Pasukan militer Iran kembali melancarkan serangan udara ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Serangan ini menjadi yang pertama setelah kedua negara sempat menyepakati jeda konflik selama beberapa hari.
"Pada pukul 17.45 waktu setempat hari ini, pasukan Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berpangkalan di Timur Tengah," tulis Komando Pusat AS (CENTCOM) dilansir AFP, Rabu (29/7/2026).
Militer AS menyatakan serangan terbaru Iran tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Washington juga menyebut seluruh rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh rudal Iran berhasil dicegat," tambah pernyataan tersebut, tanpa merinci wilayah mana yang menjadi sasaran Iran.
Sebelumnya, kedua negara menghentikan serangan selama akhir pekan. Jeda itu terjadi setelah hampir dua pekan AS melancarkan serangan malam hari ke wilayah Iran, sementara Teheran berulang kali meluncurkan rudal dan drone yang menyasar sekutu Washington di kawasan Teluk.
Eskalasi konflik pada pertengahan Juli bermula setelah Iran menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz.
Jeda pertempuran tersebut sempat menekan harga minyak dunia. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan terdapat peluang besar untuk membuka negosiasi dengan Iran guna mengakhiri konflik.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.
(ygs/sud)
