3 Kampung yang Tenggelam 'Muncul Kembali' di Lebak Banten

3 Kampung yang Tenggelam 'Muncul Kembali' di Lebak Banten

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikJabar
Selasa, 28 Jul 2026 21:00 WIB
Foto udara sisa puing-puing bangunan rumah yang kembali muncul di kawasan Bendungan Karian yang mengering di Kampung Somang, Lebak, Banten, Jumat (24/7/2026). Menurut warga setempat, dalam sepekan terakhir sebagian kawasan permukiman yang sebelumnya tenggelam oleh air Bendungan Karian tersebut kini kembali muncul ke permukaan akibat debit air bendungan yang mulai menyusut saat musim kemarau. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Kemarau Singkap Jejak Kampung Tenggelam di Bendungan Karian (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Banten -

Sedikitnya tiga kampung yang terendam air Bendungan Karian kembali terlihat di Kabupaten Lebak saat musim kemarau. Air yang susut menampilkan kembali wajah kampung, sebelum ditinggalkan karena proyek bendungan.

Dikutip dari laman Kementerian Pekerjaan Umum, Bendungan Karian merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional dengan daya tampung air 314,7 juta m3. Pembangunan Bendungan Karian sendiri dimaksudkan untuk penyediaan air buat Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, hingga wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Foto udara sisa puing-puing bangunan rumah yang kembali muncul di kawasan Bendungan Karian yang mengering di Kampung Somang, Lebak, Banten, Jumat (24/7/2026). Menurut warga setempat, dalam sepekan terakhir sebagian kawasan permukiman yang sebelumnya tenggelam oleh air Bendungan Karian tersebut kini kembali muncul ke permukaan akibat debit air bendungan yang mulai menyusut saat musim kemarau. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus KhoirunasFoto udara sisa puing-puing bangunan rumah yang kembali muncul di kawasan Bendungan Karian yang mengering di Kampung Somang, Lebak, Banten, Jumat (24/7/2026). Menurut warga setempat, dalam sepekan terakhir sebagian kawasan permukiman yang sebelumnya tenggelam oleh air Bendungan Karian tersebut kini kembali muncul ke permukaan akibat debit air bendungan yang mulai menyusut saat musim kemarau. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Bendungan Karian dibangun sejak Oktober 2015. Pada 2023, Bendungan Karian telah rampung. Warga yang ada dalam proyek tersebut pun direlokasi. Setidaknya ada tiga kampung yang warganya direlokasi, yakni Kampung Susukan, Kampung Cibolang, dan Kampung Karian. Total ada proses pembebasan lahan seluas 2.226,44 ha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah juga merelokasi 37 bangunan fasilitas umum dan pada 2024 merelokasi 8 bangunan fasilitas umum. Secara keseluruhan bangunan fasilitas umum yang direlokasi terdiri dari 6 sekolah, 11 masjid, 5 madrasah, 9 majelis, 6 musala, 4 kantor desa, 1 polindes, dan 3 posyandu.

ADVERTISEMENT

Ketika kampung telah kosong, pengisian awal air atau impounding Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, dimulai pada 2024. Kampung-kampung yang telah kosong pun telah dipenuhi air.

Kampung Kembali Terlihat

Sebagaimana diketahui, kini kampung di Bandungan Karian tersebut kembali terlihat saat air menyusut.

Meski sudah tak beratap, tembok-tembok rumah di kampung tersebut mulai terlihat. Kampung padat penduduk yang diisi air itu pun tampak.

"Lokasi di ujung genangan Desa Sukarame dan Desa Sukajaya Kecamatan Sajira, sudah di area hulu, dan awalnya memang merupakan daerah permukiman padat," ujar Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (C3) Maretha Ayu Kusumawati, Senin (27/7/2026).

Bangunan-bangunan itu memang tidak dihancurkan saat air diisi. Petugas membersihkan tanaman-tanaman yang ada di area waduk.

"Kondisi seluruh area genangan meski sudah dibebaskan tidak dilakukan demolish untuk seluruh bangunan yang terdampak. Adapun yang dilakukan proses clearing oleh tim konstruksi hanya tanamannya saja," ujarnya.

Maretha Ayu menyebutkan saat ini air dalam waduk hanya menyusut sekitar 5 persen. Kondisi itu membuat bangunan rumah yang ditinggalkan itu tampak secara jelas.

"Pada muka air banjir (MAB) waduk, sebagian rumah akan tenggelam karena beda tinggi dengan muka air normal sekitar 3,35 m. Saat ini elevasinya turun sekitar 80 cm dari muka air normal," katanya.

Artikel ini telah tayang di detikNews

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads