Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Senin (27/7/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Kabar kerabat pesinetron asal Garut Abenk Marco mengalami kecelakaan, heboh kecelakaan tunggal disangka begal hingga perkembangan terbaru kasus satpam tewas.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,
Saudara Abenk Marco Ditabrak
Seorang pengendara sepeda motor ditabrak kemudian terseret oleh mobil angkutan kota (angkot) di Garut. Belakangan diketahui, jika korban dalam kejadian itu merupakan kerabat dari pesinetron asal Garut, Abenk Marco.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Abenk Marco. Dalam unggahannya di Instagram, Minggu, (26/7) kemarin, Abenk menyebut jika korban dalam kejadian tabrakan yang mengerikan tersebut adalah saudaranya sendiri.
"Korban yang ditabrak angkot dalam video ini adalah saudara saya, dan korban saat ini dalam keadaan kritis," ungkap Abenk.
Kejadian tabrakan yang menimpa saudara Abenk Marco ini, terjadi di Jalan Raya Cilawu-Garut, pada hari Kamis, (23/7), sekitar jam 12.26 WIB. Seperti dilihat detikJabar, Senin, (27/6/2026) pagi, dalam video tersebut terlihat korban yang menggunakan sepeda motor tertabrak lalu terseret.
Kecelakaan bermula saat angkot berwarna putih-biru itu melaju tak terkendali dan masuk ke jalur yang berlawanan arah. Dari arah berlawanan, datang korban yang langsung terhantam kemudian terseret oleh angkot.
Dalam unggahannya, Abenk Marco bercerita jika sang sopir diduga dalam kondisi mabuk. Hal tersebut diyakini, melalui berbagai bukti yang diperoleh, termasuk keterangan langsung dari sang sopir yang bertemu dengan Abenk setelah kejadian.
"Menurut informasi yang saya dapat, diduga sopir angkot dalam keadaan tidak normal (entah diduga karena mabuk, atau dalam pengaruh obat terlarang, kita tunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian," katanya.
Abenk sendiri menuturkan, jika saat ini sopir angkot tersebut sudah diamankan oleh personel Sat Lantas Polres Garut. Kepada dirinya, sang sopir mengaku sudah lama mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
"Pengakuan ini disaksikan oleh kakak si sopir (untuk mengetahui bahwa pada saat kejadian si sopir dalam pengaruh obat-obatan terlarang atau tidak, kita percayakan kepada pihak kepolisian menunggu proses dari hasil penyelidikan). Posisi si sopir sudah diamankan di Polres Garut," kata Abenk.
Terkait hal ini, Kanit Gakkum Polres Garut Ipda Marlina menuturkan, saat ini kasusnya sedang ditangani. Sementara untuk korban, saat ini masih berada di rumah sakit.
"Diproses lanjut. Untuk korban, masih di rumah sakit," kata Marlina.
Kecelakaan Tunggal Disangka Begal di Tasik
Aksi massa pecah di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, setelah seorang pengemudi pick up yang mengalami kecelakaan tunggal justru menjadi sasaran amuk warga.
Insiden ini dipicu oleh tingginya kewaspadaan warga terhadap aksi begal serta perilaku korban yang dianggap tidak wajar usai kendaraannya terperosok.
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, korban sempat berusaha menghentikan pengendara lain untuk meminjam kendaraan. Namun, ia justru melempari warga yang hendak menolong dengan batu.
"Tah ieu mobilna, rek ditulungan kalah maledog. Tah ieu batuna (ini mobilnya, mau ditolong malah melempar. Ini batunya), " ujar seorang pria dalam rekaman tersebut sebagaimana video yang dilihat detikJabar pada Senin (27/7/2026).
Dalam potongan video lain, seorang pengemudi minibus mengaku sempat dihentikan oleh korban. Bukannya meminta bantuan secara normal, korban justru memaksa ingin mengambil alih kemudi mobil tersebut.
"Nyegat di dinya tadi ieu mobil cilaka, untung seueur jalmi di dieu, (mencegat di sana, ini mobil dia yang celakanya. Untung banyak orang di sini)," ungkap pria pengendara minibus saat memberikan keterangan kepada warga.
Saksi mata di lokasi, Ujang, menyebut perilaku korban memang di luar batas kewajaran. Ia menduga korban dalam kondisi mabuk sehingga memicu kemarahan warga di sekitar lokasi kejadian.
"Jadi memang dia ini kayaknya mabuk. Udah mah mobilnya celaka, malah ngamuk. Sempat buat warga juga ketakutan karena kayak kesurupan," kata Ujang.
Menanggapi video viral tersebut, Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan lalu lintas dan tidak ada unsur tindak pidana pencurian dengan kekerasan.
"Bukan begal gak ada peristiwa pembegalan, sudah dipastikan karena anggota langsung turun tangan," tegas Iptu Agus.
15 Saksi di Kasus Satpam Tewas
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta terus mengintensifkan penyelidikan atas kematian seorang petugas keamanan (satpam) yang ditemukan di Waduk Jatiluhur.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa belasan saksi dan mulai membedah hasil autopsi korban guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, menyatakan bahwa keterangan telah diambil dari 15 orang saksi. Jumlah ini kemungkinan besar akan bertambah seiring berkembangnya proses penyelidikan.
"Sementara kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi. Hari ini kemungkinan ada tambahan saksi lagi yang akan kita periksa. Mereka terdiri dari rekan terdekat, keluarga, rekan kerja, serta orang-orang di sekitar lokasi kejadian," ujarnya Kasat ditemui detikJabar di Mapolres Purwakarta, Senin (27/7/2026).
Mengenai penyebab kematian, Made menyebutkan bahwa dokumen resmi hasil autopsi telah diterima tim penyidik hari ini untuk dianalisis lebih lanjut. Polisi kini tengah mencocokkan temuan medis dengan hipotesis yang telah disusun.
"Hasil autopsi turun hari ini dan nanti akan kita analisa. Kami sudah memiliki beberapa hipotesis dan mengumpulkan berbagai kemungkinan terkait permasalahan yang ada pada korban," katanya.
Di tengah simpang siur informasi di media sosial, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada individu yang ditetapkan sebagai tersangka maupun ditangkap terkait kasus ini.
"Belum ada yang di tetapkan tersangka, yang di medsos itu belum ada kami," jelasnya.
Mengenai penyebab kematian, Made menyebutkan bahwa dokumen resmi hasil autopsi telah diterima tim penyidik hari ini untuk dianalisis lebih lanjut. Polisi kini tengah mencocokkan temuan medis dengan hipotesis yang telah disusun.
"Hasil autopsi turun hari ini dan nanti akan kita analisa. Kami sudah memiliki beberapa hipotesis dan mengumpulkan berbagai kemungkinan terkait permasalahan yang ada pada korban," katanya.
Di tengah simpang siur informasi di media sosial, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada individu yang ditetapkan sebagai tersangka maupun ditangkap terkait kasus ini.
"Belum ada yang di tetapkan tersangka, yang di medsos itu belum ada kami," jelasnya.
Guna menyusun konstruksi perkara secara akurat, penyidik tercatat sudah tiga kali mendatangi lokasi kejadian dan menggelar pra-rekonstruksi. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh petunjuk lapangan terkumpul secara komprehensif.
"Kami masih terus mendalami peristiwa tersebut dan memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur. Karena ini masih dalam ranah penyelidikan mendalam, detail teknisnya belum bisa kami sampaikan secara terbuka," pungkasnya.
Update Kebakaran Ciptamulya
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan membangun kembali puluhan bangunan yang ludes terbakar dalam musibah kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Total sebanyak 51 bangunan terdampak akan mendapatkan bantuan pembangunan dengan nilai yang disesuaikan berdasarkan jenis bangunannya.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat bencana nonalam selama tujuh hari.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menginstruksikan agar proses pembangunan kembali rumah-rumah warga segera dilakukan oleh Pemprov Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
"Jadi Pak Gubernur sudah memberikan kebijakan bahwa akan dibangun oleh Pemprov Jabar, oleh Pak Gubernur, Pemprov Jabar melalui Dinas Desa ya, melalui Dinas Desa yang ditugaskan 51 bangunan ya, 51 bangunan. Itu terdiri dari rumah besar, satu lagi rumah-rumah penduduk," ucap Teten saat dihubungi, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, pembangunan tidak dilakukan dengan konsep rumah modern. Seluruh bangunan akan tetap mempertahankan bentuk dan material khas Kampung Adat Ciptamulya sebagai bagian dari pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat adat.
"Tetapi itu akan disesuaikan dengan kearifan lokal karena itu kan kampung adat ya, Cipta Mulya yang memang bahan-bahannya juga sesuai dengan kearifan lokal yang ada di sana. Itu rencananya Dinas Desa yang akan langsung eksekusi ke sana," jelasnya.
Teten menjelaskan, bentuk bangunan yang akan dibangun kembali nantinya juga akan ditentukan melalui musyawarah dengan pimpinan adat. Pemerintah hanya memberikan dukungan pembiayaan, sedangkan keputusan mengenai desain dan pelaksanaan tetap menghormati aturan adat setempat.
"Terkait dengan pembangunan waktunya kapan, itu mungkin akan disesuaikan juga dengan kearifan lokal yang ada di sana karena ini kan menyangkut masalah budaya atau segala macam lah ya yang notabene itu juga kita tidak bisa intervensi. Intinya kita support," ujarnya.
"Itu tergantung Ketua Adat. Tapi intinya uang diberikan ke rekening ke masing-masing rumah yang terdampak sekitar 51 rumah," sambungnya.
Untuk besaran bantuan, Pemprov Jabar menyiapkan dana berbeda sesuai jenis bangunan yang terbakar. Rumah warga akan menerima bantuan sekitar Rp50 juta per unit, sedangkan bangunan utama adat atau Imah Gede mendapatkan bantuan hingga sekitar Rp300 juta.
"Ada yang kecil teh Rp50 juta ya Pak Gubernur kemarin (menyampaikan), yang besarnya Rp300 juta kalau nggak salah. Rp50 juta untuk rumah kecil," ujar Teten.
Pria Yang Bawa Kabur Gadis Cililin Ditangkap
Polisi mengamankan M. Reza Satria (23), pelaku yang membawa kabur Meila Nurpadilah, seorang gadis asal.Kampung Rancapanggung, RT 04/RW 09, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pelaku diamankan beberapa hari lalu di daerah Denpasar Utara, Bali, oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi dibantu oleh Unit Reskrim Polsek Cililin. Saat ini pelaku sudah mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Benar bahwa pelaku yang membawa kabur MN, seorang perempuan asal Cililin, yakni MR sudah diamankan. Jadi pelaku dan korban ini punya hubungan mantan pacar," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat ditemui, Senin (27/7/2026).
Sebelumnya, korban lebih dari sepekan tak pulang ke rumah usai dibawa oleh terduga pelaku M. Reza Satria (23) ke daerah Baturaja, Sumatera Selatan. Korban akhirnya dipulangkan ke rumah oleh pelaku pada Selasa (21/7/2026) siang.
"Jadi ada ancaman dari pelaku bahwa korban akan dibunuh apabila tidak mengikuti permintaan pelaku untuk ikut. Sehingga saat itu, korban yang sedang bersama dengan adiknya dibawa ke Kota Bandung dengan janji akan diberikan surprise," kata Niko.
Saat itu, adik korban yang masih bocah kemudian diminta pulang setelah dipesankan ojek online. Sementara pelaku langsung membawa korban ke rumah orangtuanya di Baturaja.
"Dari situ, anggota melakukan pencarian terhadap pelaku setelah korban dikembalikan ke keluarga beberapa hari lalu. Pelaku terlacak ada di daerah Denpasar Utara lalu diamankan," kata Niko.
(sya/sud)
