Hari ini 48 tahun lalu, bayi tabung pertama di dunia lahir. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 25 Juli 1978 ketika Louise Joy Brown dilahirkan di Inggris melalui program fertilisasi in vitro atau IVF.
Kelahiran Louise menjadi tonggak penting dalam sejarah dunia kedokteran. Ia merupakan manusia pertama di dunia yang lahir setelah proses pembuahan sel telur dan sperma dilakukan di luar tubuh melalui teknologi bayi tabung.
Dikutip dari People, keberhasilan tersebut merupakan hasil penelitian tiga ilmuwan asal Inggris, yakni Dr Robert Edwards, Dr Patrick Steptoe, dan Jean Purdy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiganya telah bekerja sama selama sekitar satu dekade untuk mengembangkan prosedur IVF. Dalam proses tersebut, sperma dan sel telur digabungkan di luar tubuh hingga menghasilkan embrio yang kemudian ditanamkan ke dalam rahim.
Namun, perjalanan untuk mencapai keberhasilan tersebut tidak mudah.
Perjuangan 10 Tahun hingga Bayi Tabung Pertama Lahir
Sebelum kelahiran Louise Joy Brown, Dr Edwards, Dr Steptoe, dan Jean Purdy telah berhasil menciptakan embrio yang layak.
Meski demikian, mereka belum berhasil mencapai kehamilan yang berujung pada kelahiran bayi.
Terobosan besar akhirnya terjadi pada 1977. Lesley dan John Brown, pasangan asal Inggris yang telah berjuang melawan infertilitas selama sembilan tahun, menjadi bagian dari sejarah tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tuba falopi Lesley tersumbat. Kondisi itu membuatnya sulit untuk hamil secara alami.
Namun, seorang dokter di klinik kesehatan setempat kemudian memberi tahu Lesley mengenai penelitian Dr Patrick Steptoe yang sedang mengembangkan metode untuk membantu perempuan dengan masalah tuba falopi.
Meskipun peluang keberhasilan prosedur tersebut saat itu disebut hanya satu banding sejuta, Lesley tetap memutuskan untuk mencoba.
Dengan bantuan ketiga ilmuwan tersebut, Lesley akhirnya hamil pada Desember 1977.
Louise Joy Brown Lahir melalui Operasi Caesar
Pada 25 Juli 1978, Louise Joy Brown lahir melalui operasi caesar di Rumah Sakit Umum Oldham, Inggris.
Kelahiran tersebut menjadikannya bayi pertama di dunia yang dikandung melalui fertilisasi in vitro.
Nama tengah Louise, yakni Joy, juga memiliki makna khusus.
Louise mengatakan nama tersebut diberikan oleh para dokter karena kelahirannya diharapkan dapat membawa kebahagiaan bagi banyak orang.
"Dokter memberi saya nama tengah 'Joy' karena mereka mengatakan kelahiran saya dapat membawa kebahagiaan bagi banyak orang," tutur Louise.
"Saya ingin hidup sesuai dengan nama itu," sambungnya.
Kelahiran Louise kemudian menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah kedokteran modern.
Siapa Louise Joy Brown, Bayi Tabung Pertama di Dunia?
Louise Joy Brown dikenal sebagai bayi tabung pertama di dunia.
Setelah kelahirannya, teknologi IVF terus berkembang dan membantu banyak pasangan yang mengalami masalah infertilitas untuk memiliki anak.
Orang tua Louise kemudian kembali memiliki anak melalui program IVF. Putri kedua mereka, Natalie, lahir pada 1982 dan tercatat sebagai anak ke-40 di dunia yang lahir melalui bayi tabung.
Sejak kelahiran Louise, lebih dari 12 juta bayi telah lahir melalui program bayi tabung dan teknologi reproduksi berbantuan lainnya.
Kelahiran Louise Sempat Dirahasiakan dari Publik
Kelahiran bayi tabung pertama di dunia menjadi perhatian besar bahkan sebelum Louise lahir.
Ketika kabar mengenai kehamilan Lesley melalui prosedur IVF diketahui media, ia harus bersembunyi demi melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
"Kami khawatir dia akan kehilangan bayinya, karena pers mengejar Lesley ke seluruh Bristol tempat dia tinggal," ungkap Dr Edwards kepada BBC pada 2008.
"Jadi secara diam-diam, Patrick Steptoe menyembunyikan ibu itu di mobilnya dan mengantarnya ke rumah ibunya di Lincoln, sehingga pers tidak tahu di mana dia berada."
Untuk menghindari perhatian media, Lesley direncanakan menjalani operasi caesar pada tengah malam.
Proses persalinan tersebut juga direkam untuk membuktikan bahwa kelahiran Louise memang terjadi melalui prosedur IVF.
"Jika tidak, pasti ada orang skeptis yang mengklaim bahwa dia bisa hamil secara alami, apa pun yang kami katakan," kata Dr John Webster, yang membantu persalinan Louise, kepada BBC pada 2003.
Tiga Ilmuwan di Balik Kelahiran Bayi Tabung Pertama
Ketiga ilmuwan yang berperan penting dalam pengembangan IVF kemudian meninggal dunia.
Jean Purdy meninggal pada 16 Maret 1985 karena melanoma ganas pada usia 39 tahun.
Dr Patrick Steptoe meninggal pada 21 Maret 1988 dalam usia 74 tahun setelah menderita kanker.
Sementara itu, Dr Robert Edwards meninggal pada 10 April 2013 dalam usia 87 tahun.
Sebelum meninggal, Edwards menerima Penghargaan Nobel pada 2010 atas kontribusinya dalam mengembangkan fertilisasi in vitro.
Namun, karena Penghargaan Nobel tidak diberikan secara anumerta, Dr Steptoe dan Jean Purdy tidak dapat menerima penghargaan tersebut.
Louise Joy Brown Kini Menjadi Duta IVF
Louise Joy Brown kini dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan teknologi reproduksi.
Ia menjadi duta besar untuk Bourn Hall, klinik IVF yang didirikan oleh Dr Steptoe, Dr Edwards, dan Jean Purdy setelah kelahirannya.
Louise juga kerap menjadi pembicara di berbagai negara untuk membagikan pengalamannya sebagai manusia pertama di dunia yang lahir melalui proses IVF.
Kelahirannya 48 tahun lalu tidak hanya menjadi tonggak sejarah kedokteran, tetapi juga membuka harapan baru bagi jutaan orang yang berjuang menghadapi infertilitas.
Pada 25 Juli 1978, dunia menyaksikan sebuah kelahiran yang awalnya dianggap mustahil. Seorang bayi lahir melalui proses pembuahan di luar tubuh manusia dan kemudian mengubah masa depan teknologi reproduksi.
Bayi itu bernama Louise Joy Brown. Hari ini, 48 tahun setelah kelahirannya, kisah tersebut tetap dikenang sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam dunia kedokteran.
