Ribuan porsi opak, makanan khas Jawa Barat, tersaji dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394 pada Jumat malam (24/7). Jumlahnya mencapai 3.123 porsi yang diklaim terbanyak dan pertama di dunia.
Deretan opak ini tersimpan rapi di lapangan hitam Kantor Bupati Tasikmalaya, Kawasan Gebu Bojongkoneng. Salah satu makanan ringan khas Sunda itu dibungkus rapi menggunakan plastik dan berpita warna-warni.
Tercatat sebanyak 3.123 porsi opak yang disajikan. Satu porsinya berisi lima buah opak. Untuk menampung semuanya, panitia menyiapkan meja sepanjang 250 meter lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sajian ribuan opak ini resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Selain terbanyak di dunia, penyajian opak dalam jumlah besar ini juga menjadi yang pertama masuk MURI.
"Yah sedianya 2.500 porsi opak tapi juga ternyata kami hitung capai 3.123 porsi opak. Ini masuk MURI yang pertama dan terbanyak di dunia," kata Senior Manager MURI, Triyono, kepada detikJabar, Sabtu dini hari (25/7).
MURI memastikan sajian opak sebanyak 3.123 porsi menjadi yang terbanyak. Rekor MURI turut memastikan aspek sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.
Sajian opak yang super banyak secara tidak langsung menggerakkan ekonomi masyarakat, utamanya produsen opak rumahan dan UMKM.
"Maka karena turut menggerakan ekonomi masyarakat kita yakinkan dan pastikan ini masuk MURI. Dari awalnya di target 2500 kini jumlahnya melebihi ada 3123 porsi jadi sudah masuk MURI," kata Triyono.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan opak yang masuk MURI merupakan khas Tasikmalaya. Makanan ringan ini didatangkan dari sentra opak di 39 kecamatan yang ada di Tasikmalaya.
Selain memperkenalkan opak Tasikmalaya, pemecahan rekor MURI opak terbanyak dan pertama ini juga dalam rangka Hari Jadi Tasikmalaya ke-394.
"Ini dalam rangka hari jadi Kabupaten Tasikmalaya yang ke 394 tahun. Kami Pemkab Tasikmalaya merangkul Bank Indonesia mengadakan Jayantara Priangan Timur yang didalamnya ada banyak kegiatan. Alhamdulillah kita masuk rekor MURI opak terbanyak. Ini opak khas Tasikmalaya," kata Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin.
Rekor MURI ini juga menghidupkan ratusan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khusus opak. Diharapkan pamor opak bisa makin mendunia hingga geliat ekonomi meningkat.
"Jadi ada juga pemecahan MURI opak terbanyak ya. Ini opak Tasik khas biar dikenal dunia," ujar Cecep Nurul Yakin.
Piagam rekor MURI langsung diserahkan kepada Bupati Tasikmalaya yang didampingi Wakil Bupati Asep Sopari Alayubi dan disaksikan ribuan warga.
Usai dilakukan penilaian, sajian opak akan dibagikan kepada masyarakat umum. Opak sendiri merupakan makanan ringan yang terbuat dari nasi ketan yang ditumbuk, dicetak, dikeringkan, dan dibakar.
"Kita bagikan untuk masyarakat ya. Dan ini kan rangkaian hari jadi masih lama," kata Cecep.
Kemeriahan Hari Jadi Tasikmalaya juga dimeriahkan Festival Batik khas Sukapura Tasikmalaya. Ribuan orang mengikuti parade dengan mengenakan batik. Mereka datang dari 39 kecamatan.
Batik khas Sukapura dengan berbagai motif dikenakan dengan anggun. Batik ini sejak dulu masih eksis dengan kualitas super.
"Kami juga menggelorakan kembali batik Sukapura. Agar dikenal dunia. Masyarakat mencitani lagi batik kita," pungkas Cecep.
Ribuan masyarakat turut hadir menyemarakkan acara. Mereka senang Kabupaten Tasikmalaya tercatat di rekor MURI.
"lumayan lah di tengah kondisi ekonomi sekarang kita ada hiburan ada kebanggaan. Masuk MURI otaknya," kata Wina, seorang pengunjung.
