Gim online tak lagi sekadar tempat anak bermain. Ruang percakapan dan komunitas pemain di dalamnya dapat dimanfaatkan untuk mendekati anak, membangun kedekatan, lalu menyisipkan paham radikal tanpa mudah diketahui orang tua.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengatakan pola penyebaran ideologi ekstrem telah berubah. Pertemuan langsung bukan lagi satu-satunya jalan karena proses pendekatan kini dapat berlangsung melalui layar yang setiap hari berada dalam genggaman anak.
"Jangan sampai anak-anak Indonesia terpapar radikalisme melalui algoritma media sosial maupun game online," kata Eddy kepada detikJabar, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Kepala Densus 88 Antiteror Polri itu menyebut, ancaman di dunia digital lebih sulit dikenali. Interaksi bisa bermula dari pertemanan saat bermain, berlanjut ke kelompok percakapan, kemudian bergeser menjadi pengiriman pesan atau konten yang disesuaikan dengan kegemaran anak.
Anak dan remaja menjadi sasaran rentan karena masih mencari jati diri. Keinginan memiliki teman, mendapatkan pengakuan, dan diterima dalam kelompok dapat menjadi celah bagi orang lain untuk memengaruhi cara berpikir mereka.
Karena itu, Eddy meminta orang tua tidak hanya menghitung lamanya anak menatap layar. Keluarga juga perlu mengetahui dengan siapa mereka berkomunikasi, komunitas yang diikuti, serta perubahan sikap setelah aktif di media sosial atau gim online.
"Momentum Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memberikan perlindungan yang menyeluruh kepada generasi penerus, termasuk di ruang digital," ujarnya.
Pengawasan, Eddy melanjutkan, bukan berarti menyita gawai atau menutup seluruh akses anak terhadap gim. Percakapan terbuka justru diperlukan agar mereka berani menceritakan perkenalan, pesan, maupun ajakan mencurigakan yang ditemukan di dunia maya.
"Kelompok penyebar paham ekstrem memanfaatkan algoritma platform digital yang mampu menjangkau anak-anak secara lebih cepat, personal, dan sulit terdeteksi," kata Eddy.
