Vokalis grup musik Kotak, Tantri Syalindri, menyoroti momen menegangkan yang dialaminya saat tampil di Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (17/7/2026) malam.
Di balik kemeriahan acara Syukuran Nelayan ke-69, sebuah insiden tidak menyenangkan terjadi ketika seorang pria tak dikenal tiba-tiba menerobos barikade dan memeluk sang vokalis tersebut secara paksa di pengujung acara. Meski sempat diliputi rasa syok, Tantri mengapresiasi reaksi cepat tim di lapangan yang berhasil mencegah situasi menjadi lebih berbahaya.
Berikut ringkasannya yang dirangkum detikJabar, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reaksi dan Pernyataan Resmi Tantri Syalindri
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tantri tidak menutupi rasa terkejutnya atas aksi nekat oknum penonton tersebut di tengah-tengah pertunjukan.
Tantri vokalis Kotak. (Foto: Tripa Ramadhan/detikcom) |
- Respons Tantri: "SHOCK!! Manggung di Geopark Ciletuh sebenarnya berjalan seru banget. Sampai di akhir show, tiba-tiba ada seorang laki-laki naik ke atas panggung dan langsung memelukku," tulis Tantri sebagaimana dikutip detikJabar dari akun resmi media sosialnya.
- Sorotan Keamanan: Kejadian ini memicu keresahan Tantri mengenai perlindungan pekerja seni. "Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kepada siapa pun yang sedang tampil di atas panggung. Panggung seharusnya menjadi ruang yang aman, baik untuk musisi maupun seluruh tim yang bekerja di balik pertunjukan," kata Tantri menegaskan.
Kronologi dan Fakta Penyerobotan Panggung
Berdasarkan fakta-fakta yang dihimpun di lokasi, berikut adalah urutan kejadian serta kondisi di balik insiden tersebut:
- Waktu Kejadian: Insiden pecah saat penampilan Kotak memasuki sesi penutup dan momen perpisahan dengan penonton.
- Aksi Pelaku: Pria tersebut melompati barikade pembatas, melompat ke panggung utama, dan langsung menghampiri Tantri secara mendadak.
- Indikasi Kondisi Pelaku: Pihak panitia mengamati bahwa pria tersebut diduga di bawah pengaruh minuman beralkohol karena bertindak di luar kendali dan tidak menggunakan alas kaki saat beraksi.
- Identitas Misterius: Ketua Panitia, Ujang Abdurohim, memastikan pihaknya tidak mengenali identitas pelaku tersebut.
Apresiasi untuk Reaksi Gercep Tim dan Polisi
Keberhasilan pengamanan Tantri dari tindakan berisiko lebih jauh tidak lepas dari kesigapan orang-orang di balik layar dan aparat yang berjaga.
- Peran Amabonas: Tantri secara khusus memuji teknisi vokalnya yang bertindak sangat cepat. "Untung ada @amabonas, teknisi vokalku, yang gercep mengamankan situasi," ungkapnya.
- Sinergi Keamanan: Selain tim produksi, personel kepolisian dari Polres Sukabumi yang bersiaga di lokasi segera menyergap dan menarik pelaku keluar dari area panggung.
- Penanganan Lanjut: Usai diamankan, pelaku langsung ditangani oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penyesalan dan Permohonan Maaf Terbuka Panitia
Menyadari adanya celah keteledoran dalam sistem pengamanan, panitia penyelenggara menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada pihak Kotak.
- Pengakuan Kesalahan: Panitia mengakui adanya celah keteledoran pengamanan pada akhir acara yang dimanfaatkan oknum tersebut.
- Permohonan Maaf: "Kami atas nama panitia penyelenggara dari HNSI Kecamatan Ciemas dan Panitia Syukuran Nelayan ke-69 Pantai Palangpang Geopark Ciletuh menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Teh Tantri dan Band Kotak," ujar Ujang Abdurohim.
Panitia berharap insiden ini menjadi bahan evaluasi pengamanan acara musik dan berharap Tantri serta tim Kotak tidak jera untuk kembali tampil di Geopark Ciletuh.

