Kehadiran burung unta di tengah jalanan yang ramai di Kota Bandung membuat heboh. Satwa berukuran besar itu sempat menghambat arus lalu lintas dan membuat pengendara panik sebelum akhirnya burung itu dievakuasi.
Pagi itu, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 06.19 WIB di kawasan Buahbatu, seekor burung unta berkeliaran di jalan raya hingga permukiman warga di dekat perumahan Taman Persada, Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut beberapa rekaman video, seperti dilansir detikJabar, burung unta itu terlihat berkeliaran dan sempat mengejar sejumlah pengendara yang melintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian ini.
Burung unta terkenal sebagai hewan yang agresif. Saat dirinya merasa terancam, burung terbesar di dunia ini bisa mengeluarkan jurus pamungkasnya, yaitu 'tendangan maut'.
Tendangan ini benar-benar sebuah tendangan yang keras dan mematikan karena di ujung kaki terdapat kuku besar yang tajam. Bagaimana tendangan maut burung unta bekerja? Simak artikel ini, yuk!
Morfologi Burung Unta
Burung unta adalah burung endemik Afrika terbesar di dunia dengan tubuh raksasa berbentuk bulat dan padat. Kepalanya berukuran kecil di ujung leher panjang yang jenjang dan hampir gundul, kontras dengan matanya yang sangat besar.
Dikutip dari laman Animalia, dikatakan bahwa burung unta dewasa dapat mencapai tinggi 2,1-2,8 meter dengan berat antara 90-150 kilogram.
Spesies ini menunjukkan perbedaan penampilan yang jelas antara kedua jenis kelamin. Burung unta jantan memiliki bulu tubuh berwarna hitam pekat dengan ujung sayap dan ekor putih bersih. Sebaliknya, burung unta betina memiliki bulu berwarna cokelat keabu-abuan yang membantunya menyamar di alam liar.
Meskipun memiliki sayap yang lebar, sayap tersebut tidak digunakan untuk terbang melainkan sebagai kemudi saat berlari cepat. Kalau burung ini marah, dia hanya akan melebarkan kedua sayapnya sebagai cara untuk menakut-nakuti lawan.
Mobilitasnya bertumpu pada sepasang kaki yang sangat panjang, kuat, dan berotot tanpa bulu. Uniknya, kaki burung unta hanya memiliki dua jari pada setiap sisinya, dengan satu cakar besar.
Kakinya yang panjang dan kuat ini menjadikannya burung dengan kemampuan lari tercepat di dunia. Hewan ini bisa berlari hingga 72 kilometer per jam.
'Tendangan Maut' Burung Unta
Jika hewan seperti jerapah atau kuda menendang ke belakang ketika terusik, burung unta justru sebaliknya. Ia menendang ke depan dan tendangannya menghentak ke arah bawah. Kekuatan tendangannya disertai dengan ketajaman kuku pada cakar besarnya.
Laman A-Z Animals memasukkan burung unta sebagai burung paling mematikan nomor dua di dunia setelah kasuari, sebab kasuari memiliki kuku yang lebih menusuk dan mampu membunuh manusia.
Ketika merasa terancam, burung unta mula-mula akan memberi tahu bahwa dia sedang marah dengan membentangkan sayapnya. Dia lalu akan mulai mengejar dan menyerang. Perhatikanlah kakinya, kedua kakinya punya kemampuan yang sama untuk melayangkan 'tendangan maut'.
"Ostriches can kill with strong kicks capable of breaking bones. They are the largest living birds, reaching up to 9 feet tall. Most attacks happen during breeding season or when threatened." tulis laman A-Z Animals.
Jika tidak terbunuh oleh tendangan burung unta itu, paling tidak tulang korbannya bisa patah. Mereka akan mudah tersinggung ketika musim bertelur atau ketika merasa terancam.
Namun, menurut laman National Institutes of Health, sebenarnya jika berada di alam liar, burung unta lebih cenderung menghindari manusia karena bagi mereka manusia adalah predator paling potensial. Terkait dengan manusia sebagai predator, laman A-Z Animals dalam artikel berjudul 'Deadliest Creatures by Class: The Animals Responsible for the Most Human Deaths' mengategorikan manusia sebagai mamalia paling berbahaya di dunia.
"Humans cause over 400,000 human deaths annually through violence, war, and accidents." tulisnya.
Manusia menyebabkan kematian 400.000 jiwa setiap tahunnya melalui kekerasan, perang, dan kecelakaan. Namun, meski cenderung menghindari manusia, bukan berarti kita tetap bisa selamat dari kejaran burung unta.
Cara Menghindar dari Serangan Burung Unta
Dikutip dari laman WikiHow, berikut ini setidaknya cara-cara untuk menghindari dan selamat dari serangan burung unta:
Cari Tempat Berlindung: Segera menuju area padat, seperti hutan atau bangunan, untuk menghambat pengejaran.
Bersembunyi di Semak: Manfaatkan semak belukar yang lebat guna menghalangi pandangan burung unta.
Panjat Pohon Tinggi: Posisi di atas pohon sangat aman karena burung unta tidak bisa terbang atau memanjat.
Tiarap dan Lindungi Kepala: Tiarap dengan kepala terlindungi tangan untuk meminimalkan dampak tendangan jika terdesak.
Gunakan Tongkat Panjang: Gunakan cabang atau tongkat untuk menjaga jarak aman dengan mengarahkannya ke wajah burung itu.
