Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), belakangan disorot bobotoh, sebutan untuk suporter setia Persib Bandung. Fasilitas di area itu menuai kritik meski kini sedang mendapat proses perbaikan.
Sebagaimana diketahui, pengelolaan Stadion GBLA saat ini sudah resmi dilaksanakan manajemen Persib, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sejak Juli 2024. Aset milik Pemkot Bandung itu akan dikelola manajemen dalam jangka waktu 30 tahun ke depan.
Meski sudah tidak lagi menangani Stadion GBLA, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku masih turut memantau perkembangan pengelolaan fasilitas tersebut. Setelah muncul berbagai kritik, ia memastikan akan menemui petinggi PT PBB untuk membahas sejumlah hal soal Stadion GBLA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi gini, saya akan bertemu nanti sama Persib, karena bagaimanapun juga kan itu mah dikelola swasta. Jadi saya mau memastikan bahwa beberapa perbaikan, terutama stadion, tempat latihan dan ringnya," kata Farhan, Selasa (21/7/2026).
Farhan mengaku belum mendapat laporan rencana pengelolaan di area sekitar GBLA. Sebab dalam keinginannya, area itu didorong jadi bagian kegiatan olahraga masyarakat hingga mendongkrak roda perekonomian.
"Nah, ini yang mesti saya obrolin dulu. Terutama untuk yang ring, kalau untuk stadion sama tempat latihan mah itu udah jadi keahlian mereka lah," ucapnya.
Kemudian, Farhan juga menginginkan pembenahan di area Stadion GBLA. Sebab ia tak menampik, stadion kebanggaan warga Kota Bandung itu masih dalam keadaan gelap gulita saat malam hari.
"Kalau itu kan kita udah janjian pengadaan untuk PJU di seputar situ, terutama yang nyambung ke kewilayahan seperti Rancanumpang itu sudah terang benderang sekarang mah. Cuman di dalam itu beberapa titik memang mesti diperbaiki. Nah, tinggal kita mau ngobrol nih sekarang, itu salah satu yang konsen juga," katanya.
"Saya akan ngomong nanti sama Adhit (Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB), ini teh mau pakai versi kamu atau versi kita si PJU teh. Karena PJU sekarang udah masuk dalam sistemnya pencahayaan si stadion dan tempat latihan, atau masuk ke sistem pencahayaan kota. Itu kan kebutuhannya beda," pungkasnya.
(ral/yum)
