Jalan Raya Bandung-Garut kembali menelan korban jiwa. Seorang pemotor perempuan berinisial IP (28) tewas mengenaskan setelah menjadi korban tabrak lari di kawasan Kampung Nagrak, Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin (20/7/2026) pagi.
Insiden tragis ini langsung direspons cepat oleh jajaran Polresta Bandung. Dari data yang dihimpun di lapangan, korban yang sempat oleng dan terjatuh dari motornya seketika terlindas truk yang melintas dari arah belakang. Hingga saat ini, polisi masih melakukan perburuan intensif terhadap pengemudi truk misterius yang kabur tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 6 fakta lengkap terkait kecelakaan maut tersebut yang dirangkum detikJabar, Senin (20/7/2026):
1. Korban Meninggal Dunia
Pihak kepolisian membenarkan adanya insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa pemotor di jalur Bandung-Garut tersebut. Korban dievakuasi ke RSUD Cicalengka sebelum dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka.
"Iya benar kejadiannya tadi sekitar jam 08.00 WIB. Korban meninggal dunia, perempuan yang mengendarai sepeda motor inisial IP," ujar Kasat Lantas Polresta Bandung Kompol Ega Prayudi kepada detikJabar.
2. Korban Oleng dan Kehilangan Kendali
Berdasarkan keterangan kepolisian, IP mulanya melaju dari arah timur Cicalengka menuju arah barat Rancaekek. Namun, saat melintas di lokasi kejadian, korban tiba-tiba kehilangan kendali atas kendaraannya hingga terjatuh.
"Korban kurang berhati-hati dan tidak menguasai kendaraannya, sehingga korban oleng dan terjatuh," kata Ega.
3. Terlindas Truk dari Arah Belakang
Nahas, saat korban terjatuh, sebuah truk yang melaju dengan kecepatan sedang dari arah belakang melintas. Kendaraan besar tersebut diduga melindas tubuh korban yang sudah terkapar di aspal hingga mengakibatkan fatalitas.
"Akibat dari kecelakaan tersebut pengendara kendaraan sepeda motor inisial IP meninggal dunia dibawa ke RSUD Cicalengka Kabupaten Bandung," jelas Ega.
4. Polisi Buru Sopir Truk dan Cari Nomor Polisi
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pengemudi truk yang memilih kabur setelah insiden terjadi. Kanit Gakkum Polresta Bandung Iptu Lilim menyatakan sejumlah saksi telah diperiksa untuk memperjelas kronologi kejadian dan mengidentifikasi kendaraan pelaku.
"Kita lagi mencari truknya dan nopolnya. Jadi kami masih dalam tahap penyelidikan lah kita lagi mencari bukti-bukti dan saksi yang baru," tegas Lilim.
5. Polisi Sisir CCTV Milik Warga dan Toko
Untuk mengidentifikasi truk yang melarikan diri, unit penegakan hukum kepolisian memaksimalkan pemeriksaan petunjuk digital di sekitar lokasi. Polisi menyisir kamera pengawas yang berada sebelum dan sesudah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kita pun membuka CCTV sebelum TKP, pada saat TKP dan sesudah TKP. Kita lagi mencari di CCTV yang ada di rumah warga baik di toko ataupun di rumah warga," papar Lilim.
6. Saksi Sebut Korban Jatuh di Samping Truk
Lilim menambahkan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban terjatuh tepat di samping truk sebelum akhirnya terjadi benturan fatal yang mengakibatkan korban terlindas. Kendaraan besar tersebut langsung melanjutkan perjalanan tanpa menghentikan lajunya.
"Ada informasi dari saksi itu dia jatuh dulu, jatuhnya di sebelah truk, baru kena perkenaan dengan truk dia jatuh dulu langsung kena truk, truknya enggak berhenti," beber Lilim.
(sya/orb)
