Suasana pagi yang tenang di kawasan pemukiman Kota Bandung mendadak berubah menjadi panggung aksi 'kejar-kejaran' yang tidak biasa.
Pada Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 06.19 WIB, seekor burung unta dewasa tampak berlari bebas di tengah padatnya arus lalu lintas dan masuk ke area perumahan warga. Kejadian langka ini terekam kamera warga dan menjadi perbincangan hangat setelah diunggah ke media sosial, memperlihatkan interaksi mengejutkan antara hewan eksotis tersebut dengan para pengendara motor.
Detik-Detik Kemunculan dan Aksi Kejar Pemotor
Berdasarkan data yang dihimpun, kehadiran burung berukuran besar ini memicu kepanikan sekaligus keheranan di wilayah Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Titik Penampakan: Hewan ini pertama kali terlihat di sekitar perumahan Taman Persada dan Jalan Rancabolang.
- Blokade Jalan: Dalam rekaman video, burung unta tersebut sempat berdiri diam di tengah jalan sehingga menghalangi laju kendaraan.
- Aksi Mengejar: Tidak hanya diam, burung tersebut juga terlihat aktif berkeliaran dan sempat melakukan aksi pengejaran terhadap beberapa pengendara motor yang melintas di depannya.
- Upaya Menghindar: Terlihat sejumlah pemotor berupaya menjaga jarak aman dengan menyusuri bahu jalan agar tidak bersinggungan langsung dengan hewan tersebut.
Identitas Pemilik dan Penyebab Lepasnya Hewan
Pihak berwenang setempat segera melakukan penelusuran untuk mencari tahu asal-usul keberadaan burung unta yang berkeliaran di fasilitas publik tersebut.
- Lokasi Pemilik: Pemilik burung tersebut diketahui merupakan warga yang tinggal di Kelurahan Margasari.
- Koleksi Hewan: Pemilik dilaporkan memiliki dua ekor burung unta yang telah dipelihara sejak masih kecil.
- Faktor Kelalaian: Lurah Margasari Wahyu A. Affandi mengungkapkan insiden ini dipicu oleh kesalahan manusia. "Ada si ART-nya, pembantu rumah tangganya, itu lupa mengunci pagarnya sehingga kabur ke jalan," ucap Wahyu.
Proses Evakuasi Burung Unta
Meskipun sempat memicu kegemparan, insiden ini dapat tertangani tanpa adanya laporan mengenai kerusakan materiil yang berat maupun cedera fisik.
- Evakuasi Mandiri: Proses pengamanan burung unta dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar yang dibantu oleh asisten rumah tangga pemilik hewan tersebut.
- Tanpa Korban: Pihak kelurahan memastikan tidak ada warga yang terluka akibat aksi pengejaran tersebut. "Alhamdulillah tadi tidak ada korban, tidak ada yang terluka," ungkap Wahyu.
Hewan tersebut kini telah berhasil dikembalikan dan diamankan di dalam kandang di rumah pemiliknya. Lurah Margasari Wahyu A. Affandi menjelaskan lokasi kejadian tepat berada di perbatasan wilayah padat penduduk atau tepatnya di Jalan Rancabolang yang berseberangan langsung antara wilayah RW 10 dan RW 12.
Pihak kelurahan masih terus mengumpulkan informasi lengkap terkait perizinan pemeliharaan hewan eksotis tersebut di lingkungan pemukiman guna memastikan keamanan warga di masa mendatang.
