Walkot Farhan: Bandung Itu Emang Enggak Bisa Santai

Walkot Farhan: Bandung Itu Emang Enggak Bisa Santai

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 20 Jul 2026 11:45 WIB
Ilustrasi ASN Kota Bandung
Ilustrasi ASN Kota Bandung (Foto: Istimewa)
Bandung -

Kota Bandung sedang menghadapi masalah yang serius. Dari mulai aksi kejahatan jalanan, terutama begal, hingga fasilitas publik yang kurang memadai seperti lampu penerangan jalan untuk pengendara agar merasa aman saat melintas di malam hari.

Namun ternyata, berbagai macam masalah di lapangan itu belum diiringi dengan kinerja optimal pegawai pemerintah daerahnya. Kondisi itu diakui langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam wawancara bersama wartawan, Senin (20/7/2026).

"Bandung itu emang nggak bisa santai. Ketika semua rasanya baik-baik saja, tiba-tiba saya sakit. Tapi itu kan tidak jadi masalah. Acara Asia Afrika, liburan, SPMB berjalan lancar pisan semuanya. Tiba-tiba di akhir pekan ini, naik lagi yang namanya pemberitaan tentang begal. Jadi memang tidak pernah berhenti," kata Farhan di Balai Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di momen ini lah Farhan mengaku ada sejumlah ASN yang kerap mengeluh karena berdinas di luar jam kerja normal. Keluhan itu kata Farhan, beberapa kali pegawainya curahkan melalui media sosial maupun grup percakapan di antara mereka.

ADVERTISEMENT

"Banyak juga teman-teman ASN itu mulai menyampaikan keluhan-keluhan. Keluhan ini disampaikan lewat sosial media, ya di antara mereka sendiri, berada di grup. Nah, keluhan-keluhan ini saya bilang nggak boleh. Makanya saya bilang tadi jangan mengeluh, kita mesti sama-sama," ucapnya.

"Ya, banyak lah. Jadi, kerja di luar jam kerja. Ya kan ekstra, kumaha. Masak (ada kejadian) begal, begal ini, entar dulu udah jam 5 sore, udah bubar. Kan enggak mungkin. Jadi si begal ini kan nggak mungkin dia kerja di saat jam kerja, kan. Pohon tumbang di luar jam kerja, gimana atuh. Pusdai diamankan di luar jam kerja, ya itu teh menimbulkan (keluhan). Nah saya bilang nggak boleh. Nggak boleh mengeluh seperti itu," tandasnya.

Saat apel, Fahran juga sempat menegur salah satu ASN yang kedapatan menerima panggilan telepon. ASN tersebut kemudian dipanggil ke ruangannya untuk mendapat pembinaan.

"Nah ada satu orang yang malah nerima telepon saat apel, saya tegur jadinya. Terpaksa pisan itu mah, kudu dicarekan (harus dimarahi). Dan dia tÊh tidak sembunyi-sembunyi, makanya saya tadi tegur, saya panggil ke dalam," katanya.

"Saya tidak suka melakukan hal seperti itu, tapi saya harus melakukan hal seperti itu. Istilahnya melakukan setrap kepada aparat yang tidak disiplin," pungkasnya.

(ral/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads