Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi mengintensifkan pembangunan infrastruktur dasar guna meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Salah satu langkah dilakukan melalui pembangunan saluran drainase di kawasan permukiman Kampung Selaawi, RT 018 RW 004, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah preventif yang diambil oleh Disperkim Kabupaten Sukabumi ini ditujukan untuk membenahi sistem sanitasi lingkungan yang selama ini belum berjalan optimal. Kerusakan saluran air di wilayah tersebut kerap memicu genangan saat curah hujan tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
Pengawas Lapangan Disperkim Kabupaten Sukabumi, Agus Hilmansyah, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari cetak biru program strategis dinas dalam mewujudkan target permukiman yang bersih, sehat, dan layak huni.
"Disperkim memandang bahwa keberadaan sistem drainase yang andal merupakan komponen vital dalam mitigasi bencana banjir skala lingkungan, sekaligus instrumen vital dalam mendongkrak indeks kesehatan masyarakat," ujar Agus belum lama ini.
Sebagai bentuk transparansi publik, proyek infrastruktur ini didanai melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 124.013.000. Dalam pelaksanaannya, Disperkim menunjuk CV Kujang Kembar sebagai mitra penyedia jasa.
Agus menegaskan, Disperkim menerapkan standar pengawasan yang ketat di lapangan agar seluruh tahapan konstruksi memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan demi menjamin kekuatan struktur dan masa pakai bangunan yang panjang.
Kendati demikian, Disperkim juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif masyarakat pascakonstruksi.
"Aspek keberlanjutan dari infrastruktur ini sangat bergantung pada kepedulian warga dalam merawatnya. Perlu ada kerja sama untuk menjaga saluran ini tetap bersih dari sumbatan sampah," tambahnya.
Kehadiran program penataan lingkungan dari Disperkim Kabupaten Sukabumi ini mendapat respons positif dari komunitas lokal yang telah lama mengeluhkan buruknya drainase di permukiman mereka.
Jajang, salah seorang warga Kampung Selaawi, menyatakan bahwa intervensi pemerintah daerah ini menjadi solusi konkret atas kecemasan warga setiap kali musim hujan tiba.
"Kami sangat bersyukur atas perbaikan drainase ini. Sebelumnya, air selalu menggenang karena saluran yang ada sudah rusak parah. Selain becek, kami juga khawatir karena genangan itu sering menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk," kata Jajang.
Warga mengapresiasi kepekaan Disperkim serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memprioritaskan pembangunan fasilitas publik yang berdampak langsung pada keseharian masyarakat kecil. Ke depan, warga berharap program peningkatan kualitas permukiman seperti ini dapat direplikasi secara merata di wilayah sekitarnya.
(sya/orb)
