AS-Iran Saling Serang, Pangkalan Militer di Kuwait Jadi Sasaran

Kabar Internasional

AS-Iran Saling Serang, Pangkalan Militer di Kuwait Jadi Sasaran

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 18 Jul 2026 17:00 WIB
Aircraft attached to Carrier Air Wing (CVW) 9 sit on the flight deck of the U.S. Navy Nimitz-class aircraft carrier USS Abraham Lincoln in support of the Operation Epic Fury attack on Iran, February 28, 2026.  U.S. Navy/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY
Ilustrasi jet tempur. Foto: via REUTERS/US Navy
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Jumat (17/7) malam. Serangan itu menjadi aksi militer ketujuh secara berturut-turut di tengah kembali memanasnya konflik kedua negara.

Sebagai respons, militer Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah target militer Amerika Serikat di Kuwait dan Yordania.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, menyatakan serangan terbaru tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran. Pernyataan itu disampaikan melalui akun resmi di media sosial X, seperti dikutip AFP, Sabtu (18/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komando Pusat AS (CENTCOM) menghantam lokasi pengintaian, infrastruktur logistik militer, fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim," demikian pernyataan CENTCOM yang disampaikan via media sosial X.

ADVERTISEMENT

"Pasukan AS mengerahkan pesawat tempur, drone, dan kapal-kapal perang, di samping aset-aset lainnya," imbuh pernyataan tersebut.

"CENTCOM terus meminta pertanggungjawaban Iran sesuai arahan Panglima Tertinggi, sembari menegakkan blokade laut secara penuh terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran," tegas CENTCOM dalam pernyataannya.

Militer Iran kemudian mengumumkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di Kuwait dan Yordania. Pernyataan itu disampaikan melalui media pemerintah Teheran pada Sabtu (18/7).

Di Kuwait, pasukan Iran menargetkan gudang amunisi di kamp militer Al-Adiri. Selain itu, mereka juga menyerang bangunan markas, depot amunisi di Pangkalan Ali Al-Salem, serta sejumlah fasilitas komunikasi di kompleks militer yang menampung pasukan AS.

Sementara di Yordania, media pemerintah Iran melaporkan bahwa pasukan Teheran menargetkan tangki bahan bakar di Pangkalan Al-Azraq.

Militer Kuwait melaporkan sejumlah ledakan terdengar di wilayahnya pada Sabtu (18/7). Melalui pernyataan di media sosial X, militer Kuwait menyebut suara ledakan tersebut berasal dari "sistem pertahanan udara yang mencegat target-target bermusuhan". Pihak berwenang tidak menjelaskan sumber serangan udara yang berhasil dicegat.

Di sisi lain, sirene peringatan serangan udara juga sempat berbunyi di Bahrain, yang menjadi lokasi pangkalan utama Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(nvc/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads