Proyek Strategis Nasional (PSN) PLTA Upper Cisokan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diwarnai aksi unjuk rasa. Puluhan pekerja menggeruduk kantor PT China Gezhouba Group Corporation (CGGC) sejak Rabu (15/7/2026) akibat ketidakjelasan upah dan status kerja mereka.
Aksi ini dipicu oleh keterlambatan pembayaran gaji serta kebijakan pemberhentian ratusan pekerja secara mendadak. Mandor proyek PLTA Upper Cisokan, Miftah Farid, mengungkapkan keresahan para pekerja saat ditemui di lokasi pada Kamis (16/7/2026).
"Bulan ini gaji kami dan beberapa pekerja dari Cina belum turun. Bahkan pekerja Cina yang ngobrol sama kami, itu mereka 1 tahun belum dibayar gajinya. Kemudian kami juga sudah diberhentikan dari proyek, 5 hari kami tidak bekerja," kata Miftah Farid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi protes tersebut, para pekerja memblokir akses jalan menuju kantor PT CGGC dengan memalangkan truk. Aksi ini sempat menghambat mobilitas pekerja lain yang masih aktif, hingga akhirnya pihak manajemen bersedia melakukan audiensi dengan perwakilan massa.
Persoalan ini kian pelik karena para pekerja yang diberhentikan secara sepihak merupakan tenaga kerja kontrak harian yang sangat bergantung pada upah harian untuk menyambung hidup.
"Saya sekarang sudah 5 hari gak kerja, berarti 5 hari ini gak dapat penghasilan. Per hari kami dibayar Rp166 ribu. Makanya sekarang kami bingung, menemui perusahaan selain menagih gaji juga meminta kompensasi karena 5 hari tidak bekerja," ujar Miftah.
Miftah menambahkan, selama 1,5 tahun masa kerjanya di proyek tersebut, baru kali ini terjadi kendala pembayaran upah. Ia menyayangkan keputusan perusahaan yang menghentikan ratusan pekerja lama secara tiba-tiba di tengah proyek besar milik negara.
"Ini kan proyek besar negara, sementara rakyatnya justru tidak merasakan sisi positifnya. Kita harap hak kami segera diberikan dan kami kembali bekerja," kata Miftah.
Perusahaan Janji Bayar
Merespons tuntutan tersebut, perwakilan PT CGGC, Chen Yun, memberikan kepastian mengenai jadwal pencairan hak para pekerja. Ia menyatakan pembayaran akan segera diproses dalam waktu dekat.
"Kami berjanji akan membayarkan gaji para pekerja di tanggal 17 Juli ini, atau paling telat di tanggal 20 Juli," katanya melalui seorang penerjemah.
