Mobil pemadam kebakaran biasanya melaju membelah jalan untuk memadamkan api. Namun pada Minggu (12/7) lalu, kendaraan berwarna merah tersebut mengemban misi yang berbeda yaitu mengantar seorang anak berkebutuhan khusus menuju rumah sakit jiwa sembari ditemani sebungkus jajanan, canda para petugas damkar, dan harapan seorang ibu yang nyaris kehilangan jalan keluar.
Kisah mengharukan itu dialami langsung oleh personel Peleton 3 Regu 3 Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung. Semuanya bermula saat para petugas yang tengah berjaga pada pagi itu didatangi seorang perempuan berusia 61 tahun berinisial NR.
Perempuan itu datang seorang diri dengan hati yang penuh kegelisahan. Ia tak melaporkan kebakaran ataupun meminta bantuan penyelamatan. Yang ia bawa adalah keletihan seorang ibu yang telah lama berjuang menghadapi anak berkebutuhan khusus yang kerap mengamuk dan tak lagi sanggup ia tangani seorang diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Si anak itu punya karakter yang ditakuti oleh keluarga juga tetangganya, karena suka ngamuk. Sering itu ngamuknya sampai merusak motor-motor tetangga, dijungkirkeun, dipukulin motornya. Istilahnya merugikan materi juga tidak menutup kemungkinan merugikan orang lain karena takutnya dipukul dan sebagainya," kata Komandan Penyelamatan Regu 3 Diskarmatan Kota Bandung Totoy Yuhasmana saat berbincang dengan detikJabar, Selasa (14/7/2026).
Momen sederhana namun mengharukan ini dibagikan turut dibagikan akun Instagram @ceritadamkarbdg. Unggahan itu sudah dilihat 178 ribu kali, disukai 19,9 ribu kali dan mengundang komentar dari 865 orang.
NR yang merupakan orang tua tunggal, sebetulnya sudah melakukan berbagai macam upaya demi menangani anaknya, RRP (22). Namun setelah mendatangi RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Dinas Sosial, upaya yang dia lakukan tak kunjung menemukan jalan keluar.
Kantor Damkar akhirnya dipilih NR untuk mencurahkan isi hatinya. Setelah memahami keadaan, Regu 3 mengutus personel datang ke rumah untuk mengecek kondisi si anak tersebut.
Dengan pendekatan yang penuh kesabaran, 'anak istimewa' itu akhirnya bisa dirayu untuk datang ke kantor Diskarmatan. Setibanya di sana, ABK itu pun diberi hiburan agar dia merasa lebih nyaman.
"Kami juga minta arahan ke Pak Kadis (Kepala Diskarmatan Kota Bandung Soni Bakhtiyar) dan Pak Kabid (Kabid Penyelamatan Diskarmatan Kota Bandung Immanuel Situmorang). Beliau-beliau responsnya juga luar biasa, silakan dibantu sebisa kita," ungkapnya.
"Karena meskipun bukan tugas pokok kita, tapi salah satu tugas kita juga kan menyelamatkan orang. Karena kan terancam, ngamuk, jadi itu bagian dari tugas kami sebetulnya," ujarnya menambahkan.
Setibanya di kantor Diskarmatan, di luar dugaan, si anak ini justru merasa lebih nyaman dengan pengalaman baru yang dia rasakan. Sampai akhirnya, sang ibu dan para personel sepakat untuk membawa anak tersebut ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk mendapat perawatan.
Karena sudah merasa nyaman sejak awal, anak ini tak menunjukkan penolakan saat dibawa ke RSJ. Hingga di tengah perjalanan, permintaan sederhana pun datang dari anak tersebut yang bakal selalu dia kenang.
"Pas di dalam mobil, ibunya ngomong, "Pak, ini kalau lagi jalan pengin makan cemilan terus biasanya, kalau enggak dikasih suka ngamuk". Nah, dalam video kan saya masuk ke Indomaret. Saya tanya, "Kamu mau apa?". Saya akhirnya biarkan tuh ngambil, ngambil, ngambil, ngambil. Akhirnya Alhamdulillah, di dalam mobil itu nyemil aja sambil ketawa ketiwi pas dibawa ke RSJ," ungkapnya.
Setibanya di RSJ Cisarua, perjuangan para personel damkar ternyata belum selesai. Mereka masih harus menunggu ketersediaan ruang perawatan selama kurang lebih satu jam.
Selama menunggu itu, Totoy dan anggota lainnya terus berusaha menjaga suasana hati RRP agar tetap tenang. Mereka mengajaknya berbincang, bercanda hingga mengikuti aktivitas yang disukai pemuda tersebut.
"Si ibunya bilang, anaknya itu senang kalau dibikinkan cerita yang menyenangkan buat dia. Jadi anggota saya ada yang ikut lari-lari, bercanda sama dia, mengikuti apa yang dia suka supaya tetap nyaman," kata Totoy.
Satu potongan adegan di Instagram yang begitu membekas bagi warganet. Dalam cuplikan unggahan tersebut, RRP diajak bermain di halaman RSJ Cisarua hingga bisa meluapkan canda tawanya.
Tak lama kemudian, pihak rumah sakit mengabarkan ruang perawatan telah tersedia dan RRP akhirnya bisa menjalani penanganan lebih lanjut. Sementara sang ibu pulang dengan harapan baru, Totoy dan rekan-rekannya kembali ke markas untuk melanjutkan tugas berikutnya.
Bagi Totos, hari itu, mobil damkar tak sedang memadamkan api. Namun di dalamnya, ada kegelisahan seorang ibu yang perlahan berhasil dipadamkan.
"Menurut informasi dari pihak rumah sakit, dia akan dikarantina dulu minimal satu minggu. Nah, nanti sudah satu minggu, dari pihak rumah sakit mengabari keluarga si ibu itu," katanya.
"Dan bagi kami, ini lebih mengedepankan nurani. Mudah-mudahan nanti anaknya bisa menunjukkan perkembangan yang lebih baik lagi setelah mendapat perawatan," pungkasnya.
Simak Video "Menemukan Uniknya Spot Gembok Cinta, Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
