Babak Baru Pemulihan YTR Korban Taufik Hidayat

Round-Up

Babak Baru Pemulihan YTR Korban Taufik Hidayat

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 15 Jul 2026 09:00 WIB
Rekonstruksi kasus Taufik Hidayat di Polda Jabar.
Rekonstruksi kasus Taufik Hidayat di Polda Jabar (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Secercah harapan mulai menyelimuti keluarga YTR (29). Perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang sempat mengalami trauma fisik dan psikologis berat akibat disekap dan dianiaya oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat (30), kini perlahan bangkit.

Masa-masa kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berhasil ia lewati dengan perkembangan yang menggembirakan.

Sang kakak kandung, Afif Sandy, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya saat menceritakan progres pemulihan adiknya pada Senin (13/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdullilah berangsur membaik dan semakin baik," kata kakak kandung YTR, Afif Sandy, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

Tidak hanya sekadar terbaring, korban kini mulai menunjukkan kemampuan motorik yang sempat terenggut akibat penyiksaan tersebut.

"Sudah bisa duduk dan berjalan dengan baik," tambah Afif.

Meski demikian, perjuangan medis YTR belum usai. Pihak keluarga menyebutkan bahwa penanganan di RSHS difokuskan pada tahap stabilisasi sebelum melangkah ke tindakan pembedahan.

"Untuk sekarang proses penyembuhan dan akan dijadwalkan untuk operasi," tuturnya.

Selama dirawat, YTR tidak pernah dibiarkan sendirian. Kedua orang tuanya rela membagi tugas demi memastikan sang putri mendapatkan dukungan penuh di ruang perawatan, sekaligus mengurus urusan domestik keluarga.

"Sekarang ada bapak, ibu pulang ke rumah karena ada adik di rumah," tuturnya.

Perhatian ekstra juga diberikan terhadap lingkungan sekitar ruang rawat YTR. Aturan penjengukan diperketat guna mencegah paparan penyakit dari luar yang bisa menghambat proses penyembuhan.

"Sudah steril banget, tamu dibatasi biar menjaga virus yang masuk," tuturnya.

Di balik fokus pemulihan sang adik, Afif tetap menaruh harapan besar pada aparat penegak hukum agar Taufik, sang pelaku kekerasan, segera diseret ke meja pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara setimpal.

"Semoga diperlancar proses sidangnya dan hukumannya maksimal," pungkasnya.

Rencana tindakan bedah yang sebelumnya disinggung oleh sang kakak akhirnya terealisasi. YTR dijadwalkan masuk ke ruang operasi bedah plastik di RSHS Bandung pada Selasa (14/6/2026). Kakak ipar korban, Meilani, menjelaskan bahwa prosedur medis ini dikhususkan untuk memulihkan jaringan area wajah.

"Hari ini ada tindakan operasi kecil di bagian wajah, untuk mengembalikan keelastisan kulit wajah," kata Meilani via pesan singkat.

Bekas-bekas kebrutalan sang kekasih memang meninggalkan kerusakan yang nyata. Trauma fisik tersebut membuat kulit wajah YTR kehilangan tekstur aslinya sehingga membutuhkan intervensi spesialis.

"Ini cuman buat ngembaliin dulu keelastisan kulit karena sudah keras," ujarnya.

Sementara itu, terkait luka di bagian vital lainnya, terutama di area kepala yang sempat menjadi sorotan, Meilani memastikan perkembangannya terus menunjukkan grafik positif.

"Alhamdulilah sudah semakin baik," tambahnya.

Kemajuan ini seolah menegaskan kembali optimisme yang sebelumnya diutarakan oleh Afif terkait pemulihan fungsi gerak sang adik pascatrauma hebat yang dialaminya.

"Sudah bisa duduk dan berjalan dengan baik," ucap Afif.

Langkah bedah wajah ini merupakan bagian krusial dari rangkaian panjang medis yang memang telah disiapkan oleh tim dokter, selaras dengan tahapan penyembuhan YTR.

"Untuk sekarang proses penyembuhan dan akan dijadwalkan untuk operasi," tuturnya.

Dalam melalui fase krusial tersebut, sinergi dan kehadiran fisik keluarga menjadi kunci utama agar mental korban selalu terjaga.

"Sekarang ada bapak, ibu pulang ke rumah karena ada adik di rumah," tuturnya.

Perlindungan fisik dari potensi infeksi pascaoperasi pun tetap dijaga dengan standar tinggi, mempertahankan kebijakan sterilisasi yang telah diterapkan sejak YTR masuk rumah sakit.

"Sudah steril banget, tamu dibatasi biar menjaga virus yang masuk," tuturnya.

Pada akhirnya, seluruh kesakitan yang dialami YTR ini hanya bisa terbayar lewat penegakan hukum yang adil. Mewakili jeritan hati keluarga, tuntutan agar pelaku dihukum berat terus disuarakan tanpa henti.

"Semoga diperlancar proses sidangnya dan hukumannya maksimal," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Keji! Ayah di Gorontalo Aniaya Bayi Sambil Video Call Istri"
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads