Tragis, Jasad Bayi di Subang Ditemukan Terkubur Setengah Badan

Tragis, Jasad Bayi di Subang Ditemukan Terkubur Setengah Badan

Dian Firmansyah - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 20:22 WIB
Petugas mengevakuasi jasad bayi di Subang
Petugas mengevakuasi jasad bayi di Subang (Foto: Istimewa).
Subang -

Warga Dusun Kelep, Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, mendadak gempar. Sesosok jasad bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi mengenaskan di samping tempat pembuangan sampah pada Senin (13/07/2026).

Kondisi bayi malang tersebut sangat tragis saat ditemukan. Jasadnya terkubur setengah badan dengan posisi kedua kaki masih menyembul ke permukaan tanah.

Saksi mata yang pertama kali menemukan jasad tersebut adalah Ato Saputro, warga setempat. Saat itu, Ato yang hendak buang air kecil di sekitar lokasi tak sengaja melihat objek mencurigakan yang menyerupai kaki manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ceritanya saya habis mengantar orang tua berobat ke puskesmas. Pas balik, saya mau kencing dan melihat ada kaki. Awalnya saya kirain kaki mainan (boneka), tapi setelah saya periksa ternyata itu bayi beneran. Kondisinya terkubur dan cuma kelihatan kakinya saja," ujar Ato kepada awak media, Senin (13/07/2026).

Merespons laporan warga, petugas Bhabinkamtibmas Polsek Pusakanagara bersama Babinsa Koramil Pusakanagara segera meluncur ke lokasi kejadian. Bersama tim medis, petugas mengevakuasi jasad bayi yang terkubur di kedalaman yang hanya sekitar 10 sentimeter tersebut.

Jasad bayi itu kemudian dibawa ke ruang jenazah Puskesmas Pusakanagara untuk pemeriksaan awal oleh tim medis dan Tim Identifikasi Polres Subang guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dokter Puskesmas Pusakanagara, Alvian Riziq, menyebutkan bahwa berdasarkan pemeriksaan luar, bayi tersebut diperkirakan sudah terkubur lebih dari tiga hari. Proses pembusukan pun sudah mulai terjadi pada jasad korban.

"Kita hanya bisa ambil kesimpulan secara luar. Didapatkan kondisi bayi sudah mengalami pembusukan lebih dari 72 jam (tiga hari). Dari hasil pemeriksaan, pemotongan tali pusar terlihat kasar dan kemungkinan besar bukan dilakukan oleh tenaga medis. Terkait apakah ini kasus pembunuhan atau penelantaran, diperlukan proses autopsi mendalam," ucap dr. Alvian di puskesmas.

Gerak cepat kepolisian membuahkan hasil. Unit Reskrim Polsek Pusakanagara berhasil mengamankan seorang remaja perempuan berinisial J (18). Ia diduga kuat merupakan ibu kandung sekaligus pelaku yang membuang bayi tersebut.

Kepada petugas, J telah mengakui perbuatannya. Ia berdalih nekat mengubur bayinya karena didera rasa malu melahirkan anak hasil hubungan gelap. Terlebih, sang kekasih disebut enggan bertanggung jawab atas perbuatannya.

J mengaku melahirkan seorang diri di dalam kamar tanpa bantuan siapa pun. Ia mengklaim bayi tersebut sudah tidak bernyawa saat dilahirkan. Karena panik, ia membawa jasad bayinya ke area tempat sampah dan menguburnya secara asal-asalan.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh Unit Reskrim Polsek Pusakanagara. Polisi kini juga tengah memburu kekasih pelaku yang diduga menghamili J untuk ikut mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian sang bayi, pihak kepolisian berencana membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu guna menjalani proses autopsi mendalam.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Merasakan Sensasi Pijat Sambil Santai di Pinggir Kolam, Subang"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads