Kukang Jawa Masuk Permukiman Warga Sukabumi, Dilepas di TNGPP

Kukang Jawa Masuk Permukiman Warga Sukabumi, Dilepas di TNGPP

Siti Fatimah - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 17:59 WIB
Kukang
Ilustrasi Kukang Jawa (Nycticebus javanicus). (Foto: Dok. Laman New England Primate Conservancy))
Bandung -

Seekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dievakuasi setelah kedapatan turun dari pohon jeruk di dekat pemukiman warga di Kampung Cipetir Tengah, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Satwa langka dilindungi tersebut kini telah dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni menjelaskan, bahwa evakuasi ini berawal dari aksi sukarela warga setempat yang sadar akan pentingnya kelestarian satwa dilindungi. Warga yang melihat kukang tersebut langsung mengamankannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Menurut informasi warga, kukang tersebut ditemukan turun dari pohon jeruk di dekat permukiman. Menyadari bahwa kukang merupakan satwa liar yang dilindungi, warga segera mengamankannya," ujar Agus Deni saat dikonfirmasi detikJabar, Senin (13/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berhasil diamankan, warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat yang juga merupakan tokoh Jaga Leuweung. Laporan tersebut diteruskan secara berjenjang melalui koordinasi dengan anggota Volunteer Panthera dan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Sukabumi, hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh petugas Resor PTN Situgunung Balai Besar TNGGP.

ADVERTISEMENT

Agus menambahkan, setelah satwa tersebut diserahkan kepada petugas, pihak TNGGP langsung melakukan pemeriksaan fisik dan perilaku terhadap primata bermata bulat tersebut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan observasi singkat, kukang dinyatakan sehat dan masih menunjukkan perilaku liar," jelasnya.

Untuk menghindari stres dan memastikan kesejahteraan satwa tersebut, petugas memilih untuk tidak menahannya terlalu lama. Pada hari yang sama, Kukang Jawa tersebut langsung dibawa ke area hutan TNGGP untuk dilepasliarkan.

"Untuk menghindari stres serta memastikan kesejahteraannya, satwa ini langsung dilepasliarkan kembali pada hari yang sama ke habitat yang sesuai di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," tambah Agus.

Pihak BBTNGGP pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kampung Cipetir Tengah atas kepedulian dan respons cepat mereka. Tindakan melaporkan dan menyerahkan satwa, menurut Agus, adalah contoh nyata dukungan masyarakat terhadap pelestarian alam.

"Konservasi bukan hanya tugas pemerintah atau petugas lapangan. Keberhasilan menjaga satwa liar dan habitatnya membutuhkan peran serta semua pihak. Satwa liar bukan untuk dipelihara, tetapi untuk tetap hidup liar di alamnya," pungkasnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads