Misteri keberadaan Tabut Perjanjian (Ark of the Covenant), salah satu artefak paling legendaris dalam sejarah yang berkaitan dengan Nabi Musa, kembali memicu perbincangan hangat. Tim arkeolog mengklaim telah menemukan reruntuhan bangunan kuno yang diduga kuat sebagai tempat penyimpanan Tabut tersebut di situs Shiloh, Tepi Barat.
Meski demikian, para peneliti memberikan catatan penting, mereka belum menemukan fisik Tabut Perjanjian itu sendiri. Temuan terbaru ini lebih kepada memperkuat dugaan mengenai lokasi Kemah Suci (Tabernakel), tempat yang diyakini menjadi "rumah" bagi Tabut Perjanjian selama ratusan tahun sebelum akhirnya raib dari catatan sejarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam catatan Alkitab, Tabut Perjanjian dideskripsikan sebagai peti kayu berlapis emas yang dibuat bangsa Israel setelah peristiwa Eksodus dari Mesir. Artefak sakral ini dipercaya menyimpan loh batu berisi Sepuluh Perintah Allah yang diterima Nabi Musa, sekaligus menjadi simbol kehadiran Tuhan. Keberadaannya menghilang secara misterius sebelum penaklukan Yerusalem oleh Babilonia pada 586 SM.
Proses penggalian ini dilakukan oleh tim dari Associates for Biblical Research (ABR) di Tel Shiloh. Situs ini memang sudah lama diyakini sebagai pusat ibadah utama bangsa Israel pada masa awal permukiman mereka.
Musim ekskavasi tahun ini membuahkan hasil signifikan berupa penemuan dinding sisi selatan dari sebuah bangunan raksasa. Berkat penemuan ini, para arkeolog kini bisa merekonstruksi ukuran bangunan tersebut secara lebih utuh dan akurat.
Berdasarkan analisis tim, orientasi bangunan yang membujur dari timur ke barat serta dimensinya sangat identik dengan deskripsi Kemah Suci dalam literatur kuno. Temuan ini melengkapi hasil penggalian tahun sebelumnya yang juga mengendus keberadaan struktur besar dari Zaman Besi.
Dr. Scott Stripling, Direktur Penggalian Tel Shiloh dari Associates for Biblical Research, menjelaskan bahwa temuan terbaru ini sangat membantu tim dalam memahami fungsi asli bangunan tersebut.
"Penemuan dinding sisi selatan kini memungkinkan para peneliti merekonstruksi dimensi lengkap bangunan itu dan mengevaluasi dengan lebih baik fungsi serta signifikansinya," ujar Stripling dalam laporan penggalian, seperti dikutip dari New York Post.
Tak hanya struktur bangunan, tim arkeolog juga menemukan sederet benda yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas ritual keagamaan kuno.
Artefak-artefak eksotis itu meliputi buah delima dari keramik, tanduk altar, hingga cangkang murex*. Sebagai informasi, *murex adalah siput laut yang pada zaman kuno digunakan untuk menghasilkan pewarna biru mewah bagi pakaian para imam.
Selain itu, para peneliti juga berhasil menyingkap sebagian sistem gerbang dan benteng kota kuno Shiloh. Struktur pertahanan ini dinilai menjadi kunci untuk menjelaskan tata kota pada masa awal permukiman bangsa Israel di wilayah tersebut.
"Temuan-temuan ini memberikan jendela penting untuk memahami fase-fase paling awal permukiman di Shiloh dan membantu kami memahami sejarah situs tersebut sebelum dihuni bangsa Israel," kata Stripling.
Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.
Simak Video "Merasakan Kenikmatan Pijat Spa untuk Relaksasi di Bandung "
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
