Niat hati membetulkan mesin pompa air agar air kembali mengalir, nasib tragis justru menimpa Arom, warga Kampung Cilangla, Desa Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Pria paruh baya ini tewas seketika setelah kehilangan keseimbangan dan terjungkal ke dalam sumur sedalam 20 meter pada Minggu (12/7/2026).
Petaka ini bermula ketika mesin pompa air di rumah korban mengalami gangguan. Letak mesin Sanyo yang berada agak menjorok ke dalam bibir sumur memaksa Arom untuk memutar otak agar bisa menjangkaunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nekat demi air mengalir, Arom kemudian membentangkan selembar papan kayu melintang di dalam sumur. Di atas papan tipis itulah ia berdiri, bertaruh keseimbangan di atas lubang menganga sedalam puluhan meter tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) sama sekali.
"Korban berdiri di atas papan yang diletakkan melintang di dalam sumur untuk menjangkau mesin Sanyo. Diperkirakan korban terpeleset karena media pijakan yang licin dan tidak stabil," kata Kapolsek Cireunghas, Iptu Hendrayana, saat dikonfirmasi detikJabar.
Nahas, papan yang licin itu bergoyang. Kehilangan keseimbangan, tubuh Arom langsung terjungkal ke bawah. Ironisnya, di sekitar bibir sumur tersebut juga tidak terdapat pagar pengaman yang bisa menahan tubuh korban dari maut.
Mendapat laporan adanya peristiwa tersebut, petugas gabungan langsung mendatangi lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan menegangkan. Kedalaman sumur yang mencapai 20 meter dengan diameter yang sempit menyulitkan ruang gerak petugas.
"Petugas menggunakan peralatan penyelamatan vertikal (vertical rescue), perlahan turun ke dasar sumur yang minim oksigen untuk mengangkat tubuh korban," ujarnya.
Setelah perjuangan keras menembus kedalaman sumur, jasad Arom akhirnya berhasil dievakuasi ke atas. Isak tangis keluarga pecah saat melihat tubuh korban yang sudah terbujur kaku.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga status quo lokasi kejadian, pihak kepolisian langsung melakukan sterilisasi area. "Kami langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian dengan memasang garis pembatas (police line) di sekeliling sumur," sambungnya.
Kini, kasus kecelakaan kerja yang berujung maut tersebut tengah ditangani oleh Polsek Cireunghas dan Polres Sukabumi Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.
(sud/sud)
