Priangan Sepekan: Petani Tasik 'Panen' Ratusan Botol Miras di Sawah

Priangan Sepekan: Petani Tasik 'Panen' Ratusan Botol Miras di Sawah

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 12 Jul 2026 14:00 WIB
Petani di Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya menunjukkan botol miras yang banyak ditemukan di sawah mereka.
Petani di Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya menunjukkan botol miras yang banyak ditemukan di sawah mereka. (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Ciamis -

Beragam peristiwa terjadi di wilayah Priangan dan sekitarnya dalam sepekan, mulai dari petani di Tasikmalaya panen ratusan botol miras di sawah hingga aksi sindikat ganjal ATM terbongkar.

Berikut rangkumannya:

1. Petani 'Panen' Ratusan Botol Miras yang Dibuang ke Sawah Tasikmalaya

Para petani yang menggarap lahan di pinggiran Jalan Lingkar Utara, Kota Tasikmalaya, mengeluhkan kondisi areal persawahan mereka. Pasalnya, lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mereka kini kerap dijadikan tempat pembuangan botol minuman keras (miras) oleh oknum tidak bertanggung jawab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberadaan botol-botol kaca tersebut dinilai sangat mengganggu dan membahayakan keselamatan para petani saat mengolah tanah. Jumlahnya tak sedikit, setiap pekan ratusan botol miras ditemukan di lahan pertanian itu. Setidaknya dua orang petani sudah jadi korban akibat menginjak pecahan botol miras.

"Kacida, bangkar warah (keterlaluan, kurang ajar). Sudah mabuk-mabukan, mencelakai petani juga," kata Yudi Aroy, salah seorang petani di pinggiran Jalan Lingkar Utara, tepatnya di wilayah Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026).

ADVERTISEMENT

Kemarahan Aroy cukup beralasan, dia adalah salah seorang petani yang menjadi korban aksi tak bertanggung jawab itu. Telapak kaki kanannya robek akibat menginjak pecahan botol, saat menebar pupuk.

"Kejadian sekitar sebulan lalu, saya lagi memupuk. Tiba-tiba menginjak beling, pas dilihat botol pecah. Kaki saya robek parah," kata Aroy.

Usai kejadian dia langsung dibawa anaknya ke Puskesmas, kemudian lukanya ditutup dengan 6 jahitan. "Untung punya Kartu Sehat, jadi gratis. Tapi akibatnya saya nggak bisa kerja 2 minggu. Sampai sekarang juga jempol kaki jadi susah digerakkan, mungkin belingnya merusak otot," kata Aroy.

Buruh tani itu akhirnya memaksakan diri untuk membeli sepatu, agar kecelakaan serupa tak lagi menimpa dirinya. "Terpaksa beli sepatu, kerja di sawah jadi nggak nyaman lagi," kata Aroy.

Sejumlah petani yang ditemui membenarkan permasalahan itu. Beberapa menyebut setiap pekan lebih dari 200 botol bekas miras bisa ditemukan di lahan pertanian mereka.

"Sayang botol-botolnya tadi pagi sudah dipungut sama tukang barbek (barang bekas), nggak sempat difoto. Di petak sawah saya saja ada 10 botol, belum di sebelah. Kalau di sepanjang jalan ini mungkin ratusan," kata Atik, buruh tani lainnya.

Meski botol bekas miras itu memiliki nilai ekonomis, tapi Atik mengaku tak sudi memungut atau menjualnya. Baginya menjual botol miras sama haramnya dengan meminum miras. "Teu sudi teuing, atuh sama haramnya," kata Atik.

Saeful Anwar, salah seorang petani menjelaskan keluhan soal botol miras dan sampah yang mengotori sawah, sudah dikeluhkan sejak lama. Sudah bertahun-tahun, sejak Jalan Lingkar Utara dibangun. Perlahan kawasan ini berubah menjadi lokasi nongkrong favorit warga termasuk anak-anak muda.

Selama itu pula sudah berbagai upaya dilakukan, seperti razia oleh aparat keamanan atau imbauan, tapi hal itu tak cukup menghentikan permasalahan.

"Dilaporkan sudah, sempat dirazia juga. Tapi ya dasar orang mabuk, pikirannya ngaco, seenaknya saja membuang botol ke sawah," kata Saeful.

Dia mengaku tak mau ambil pusing dengan perilaku mabuk-mabukan di pinggir jalan. Dia hanya berharap botol atau sampah jangan dibuang seenaknya ke sawah.

"Urusan minum miras kita petani nggak ada urusan. Tapi tolong sampah dan botolnya jangan dilempar ke sawah. Cukup kumpulkan di tepi trotoar, nanti akan ada pemulung yang mengambil. Tolonglah, kasihan petani jadi celaka," kata Saeful.

Ahmid petani lainnya menambahkan selain risiko cedera fisik dan pencemaran lingkungan, area Jalan Lingkar Utara yang sering dijadikan tempat mabuk-mabukan juga memberi dampak sosial yang negatif

"Wah banyak kejadian, yang berantem lah, yang ugal-ugalan lah. Saya malah jadi berpikir, kok adanya jalan ini malah membawa mudarat. Dulu kami ke sawah itu tenang, sekarang jadi begini. Tolonglah patrolinya lebih sering, PJU-nya juga diperhatikan, jangan sampai gelap," kata Ahmid.

2. Pria Ngaku Wartawan Diduga Lecehkan Guru SD di Ciamis, Korban Luka

Seorang guru sekolah dasar berstatus PPPK di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, diduga menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan seorang pria yang mengaku sebagai wartawan. Peristiwa itu dilaporkan ke Polres Ciamis pada Selasa (7/7/2026).

Korban berinisial NN (48) diduga mengalami pelecehan di lingkungan sekolah saat kondisi sedang sepi. Selain mengaku dicium secara paksa, korban juga mengalami luka gores di bagian wajah dan disebut mengalami trauma usai kejadian tersebut.

Kuasa hukum korban Maman Sutarman membenarkan adanya dugaan pelecehan yang dialami kliennya. Menurut dia, peristiwa itu terjadi di ruang guru salah satu sekolah dasar di wilayah Panumbangan.

"Benar, klien kami berinisial NN (48), seorang guru PPPK di salah satu SD di Panumbangan, diduga menjadi korban pelecehan oleh seorang oknum masyarakat yang mengaku wartawan," ujar Maman di Polres Ciamis, Selasa (7/7/2026).

Maman menuturkan, berdasarkan keterangan korban, pria tersebut sebelumnya memang kerap datang ke sekolah dan beberapa kali berinteraksi dengan pihak sekolah. Namun pada hari kejadian, korban diduga mendapat perlakuan yang tidak semestinya saat berada di ruang guru.

Menurut keterangan korban, pria itu tiba-tiba masuk ke ruangan, lalu merangkul dan mencium korban secara paksa. Saat korban berusaha melawan, diduga terjadi kontak fisik yang menyebabkan luka pada wajah korban.

"Klien kami mengalami luka gores di bagian wajah. Dari keterangan korban, luka itu diduga terjadi saat korban berusaha melawan," kata Maman.

Usai kejadian, korban disebut mengalami trauma, ketakutan, dan sempat mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat. Pihak keluarga bersama kuasa hukum kemudian memutuskan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

Maman mengatakan, kasus ini awalnya sempat disampaikan ke Polsek Panumbangan. Namun penanganan kemudian diarahkan ke Polres Ciamis.

"Hari ini kami mendampingi korban membuat laporan polisi di Polres Ciamis agar peristiwa ini bisa diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan terhadap seorang guru SD di wilayah Panumbangan. Carsono menegaskan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Terkait laporan yang masuk, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai SOP. Karena korbannya perempuan, perkara ini menjadi perhatian kami," kata Carsono.

3. Kekeringan di Pangandaran Meluas, 1.229 Jiwa Alami Krisis Air

Krisis air bersih mulai melanda Kabupaten Pangandaran seiring musim kemarau yang terus berlangsung. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 406 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.229 jiwa terdampak kekeringan dan sangat bergantung pada bantuan pasokan air bersih.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran menunjukkan sebaran wilayah terdampak mencakup Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, dan Parigi. Kondisi ini diprediksi akan terus meluas ke wilayah lain jika intensitas hujan tidak kunjung meningkat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menyalurkan bantuan. Sejak 30 Juni hingga 7 Juli 2026, sebanyak 15.000 liter air bersih telah didistribusikan ke tiga kecamatan yang paling membutuhkan.

"Alhamdulillah penyaluran air bersih ke wilayah terdampak sudah kami sampaikan secara bertahap sesuai permintaan dari pihak desa setempat," kata Dodo kepada detikJabar, Rabu (8/7/2026).

Bantuan tersebut menyasar Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, Desa Parakanmanggu di Kecamatan Parigi, dan Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya. Penurunan debit sumber air di wilayah-wilayah tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

BPBD terus memantau situasi di lapangan karena adanya risiko penambahan titik kekeringan baru. Dodo memperingatkan bahwa durasi kemarau yang panjang dapat memperparah kondisi ketersediaan air di masyarakat.

"Ada potensi kekeringan bisa meluas ke beberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran," ucapnya.

Pemerintah desa diminta proaktif melaporkan kondisi wilayahnya agar penanganan krisis air bisa dilakukan sedini mungkin. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan air bersih guna menjaga ketersediaan cadangan air yang semakin menipis.

"Kami harapkan bagi wilayah yang sumber airnya melimpah hemat dan bisa saling berbagai antar warga yang membutuhkan," katanya.

4. Pemuda Ditangkap Usai Sekap-Perkosa Gadis di Tasikmalaya

Satreskrim Polres Tasikmalaya meringkus LH (20), pemuda asal Singaparna, atas dugaan kekerasan seksual terhadap seorang gadis di bawah umur asal Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Penangkapan dilakukan oleh Unit PPA pada Rabu (8/7/2026) setelah korban diduga disekap selama dua hari di rumah tersangka.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, mengonfirmasi bahwa kasus ini terungkap setelah orang tua korban melaporkan kehilangan anak.

"Awalnya kami terima laporan orang tua korban. Mereka kehilangan anaknya selama 2 hari. Setelah didalami, ternyata korban dibawa dan dipaksa dibawa ke rumah pria tersangka dan melakukan hubungan badan oleh pacarnya," ujar Heru.

Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Iptu Josner Ringgo, menjelaskan bahwa hubungan keduanya bermula dari perkenalan di media sosial Facebook pada akhir Juni lalu. Setelah intens berkomunikasi melalui kolom komentar dan pesan singkat, mereka memutuskan untuk menjalin hubungan asmara secara daring.

Setelah sepekan berpacaran, LH mengajak korban bertemu dan menjemputnya di wilayah Mangkubumi untuk dibawa ke kediamannya di Singaparna.

"Jauh sebelum kejadian, mereka kenal dari Facebook. Setelah itu intens komunikasi. Sampai awal Juli pelaku jemput korban dari Mangkubumi dan membawanya ke rumah tersangka," kata Josner.

Selama berada di rumah tersangka, korban dilarang keluar dan disembunyikan di dalam kamar agar keberadaannya tidak diketahui oleh ibu tiri LH yang tinggal serumah. Dalam kurun waktu 48 jam tersebut, korban mengaku dipaksa melayani nafsu bejat tersangka berkali-kali.

"Menurut keterangan korban, selama 2 hari itu terjadi 5 kali persetubuhan," jelas Josner.

Korban tidak berdaya karena mendapat ancaman dan intimidasi. Selain itu, korban tidak memegang telepon genggam sehingga kehilangan akses untuk menghubungi keluarga. Ironisnya, tersangka juga merekam aksi persetubuhan tersebut menggunakan ponsel.

"Jadi direkam juga sama tersangka. Buat pribadi dia pengakuannya," kata Josner.

Polisi bersama keluarga korban melakukan upaya pencarian intensif dengan terus mencoba menghubungi nomor telepon korban hingga akhirnya mendapatkan respons.

"Jadi selama 2 hari itu kami terus lakukan pencarian. Kami pancing terus biar korban mau respon WA atau telpon. Alhamdulillah akhirnya tersambung dan kita langsung amankan pelaku," ungkap Josner.

Sebagai barang bukti, polisi menyita satu unit ponsel, satu unit sepeda motor yang digunakan untuk menjemput korban, serta sejumlah tangkapan layar video dan percakapan di media sosial.

Atas perbuatannya, LH kini mendekam di sel tahanan dan dijerat Pasal 6 huruf c UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta Pasal 473 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

"Ancamannya pidana penjara paling lama 12 tahun," tegas Josner.

5. Aksi Bak Film Laga, Polisi Bekuk Sindikat Ganjal ATM Lintas Kota

Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota berhasil menggulung sindikat pembobolan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus ganjal mesin. Melalui drama penangkapan bak di film laga, tiga pelaku berhasil dibekuk saat kabur ke daerah Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

Polisi berhasil melumpuhkan tiga orang tersangka, yakni berinisial AR, ES, dan AV. Penangkapan ini berawal dari aksi ketiga orang ini di sebuah mesin ATM di mal Plaza Asia, Jalan HZ Mustofa Tasikmalaya, Senin (6/7/2026) siang.

Para tersangka mulai memasuki area mal dan menuju ruang ATM. Tersangka ES bertugas mengeksekusi pengganjalan lubang mesin ATM menggunakan potongan tusuk gigi, sementara tersangka lainnya memantau situasi di sekitar lokasi.

Tak lama kemudian, korban yang diketahui bernama Abdullah datang dan mendapati kartu ATM-nya tidak bisa masuk ke dalam mesin. Melihat celah tersebut, tersangka AR datang mendekat untuk menawarkan bantuan.

Korban yang curiga langsung menolak, namun tersangka AR dengan cepat sempat mengambil dan menukar kartu ATM korban. Karena gelagat tersangka sangat mencurigakan, korban langsung menahan tersangka agar tidak pergi.

Melihat korban sadar, tersangka AR langsung melarikan diri ke arah luar mal. Korban kemudian berteriak dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan mal.

Berkat kesigapan petugas keamanan setempat, tersangka AR berhasil diringkus di area parkir mobil sebelum sempat meloloskan diri. Sementara itu, dua tersangka lainnya, ES dan AV, berhasil kabur menggunakan mobil Daihatsu Xenia warna hitam.

Usai menerima informasi, tim Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota langsung bergerak melakukan pengejaran. Saat itu terdeteksi dua pelaku kabur ke arah Garut.

Polisi langsung bergerak, di satu titik di daerah Leles pelaku terjebak antrean kendaraan. Saat hendak diringkus, pelaku nekat kabur dengan menerobos kemacetan dan menabrak 4 kendaraan lain.

Letusan tembakan peringatan dilepaskan ke udara, tapi pelaku tak menggubris. Saat kendaraan sudah mentok, kedua pelaku keluar mobil dan lompat ke selokan. Kali ini yang memburu tak hanya polisi, tapi warga yang geram dengan aksi pelaku turut membantu.

Pada akhirnya kedua pelaku bertekuk lutut, polisi pun melumpuhkan kedua orang ini dengan timah panas di bagian kaki.

"Jadi tersangka tidak kooperatif saat hendak diamankan di daerah Leles Garut. Ketika sedang macet malah tancap gas, akhirnya kita beri tindakan tegas terukur," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, Kamis (9/7/2026).

Drama penangkapan itu sendiri menjadi buah bibir usai potongan videonya ramai tersebar. Aksi nekat pelaku juga menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, sehingga polisi akhirnya bertanggung jawab mengganti kerusakan.

"Ada 4 kendaraan yang ditabrak oleh pelaku, kami ganti biaya kerusakannya," kata Januar.

Sementara itu dari hasil interogasi polisi, terungkap jika kawanan ini beraksi lintas kota. Sebelum tertangkap di Tasikmalaya, mereka beraksi di Jakarta, Bandung dan kota lainnya.

"Modus operandi yang dilakukan para pelaku adalah mengganjal lubang kartu pada mesin ATM menggunakan potongan tusuk gigi agar kartu milik korban tidak bisa masuk. Di saat korban panik, salah satu tersangka berpura-pura menawarkan bantuan namun dengan cepat menukar kartu ATM korban dengan kartu lain yang serupa," ujar Januar.

Dia menambahkan saat korban mencoba memasukkan kembali kartu yang telah ditukar, tersangka lain mengintai untuk menghafal kode PIN ATM korban agar nantinya uang di dalam tabungan bisa dikuras habis.

Halaman 2 dari 2
(bba/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads