Kim Jong Un Murka Ada Pejabat Militer Korut yang Terima Suap

Kabar Internasional

Kim Jong Un Murka Ada Pejabat Militer Korut yang Terima Suap

Rita Uli Hutapea - detikJabar
Sabtu, 11 Jul 2026 15:00 WIB
FILE PHOTO: North Koreas leader Kim Jong Un speaks during a New Years Day speech in this photo released by North Koreas Korean Central News Agency (KCNA) in Pyongyang on January 1, 2018. KCNA/via REUTERS/File Photo     ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. NOT FOR USE BY REUTERS THIRD PARTY DISTRIBUTORS. SOUTH KOREA OUT.
Kim Jong Un (Foto: KCNA/via REUTERS/File Photo)
Korea Utara -

Seorang pejabat militer senior di Korea Utara dikeluarkan dari partai berkuasa akibat dugaan suap. Hal itu membuat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un murka, ia menyebutnya sebagai 'kejahatan politik'.

Kim menyampaikan komentar tersebut pada pertemuan gabungan Partai Buruh Korea dan militer di Pyongyang, ibu kota Korea Utara pada hari Jumat (10/7), kata kantor berita pemerintah Korut, KCNA, dilansir AFP, Sabtu (11/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan tentang korupsi yang dilakukan Pak Hui Chol, mantan wakil direktur yang bertanggung jawab atas urusan organisasi Biro Politik Umum Tentara Rakyat dan para pengikutnya. Demikian menurut laporan KCNA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pak telah menerima "sejumlah besar suap" dan menjalani "kehidupan yang boros," menurut KCNA. Disebutkan bahwa partai yang berkuasa telah memecatnya dari badan kepemimpinan pusat dan menyerahkannya kepada penegak hukum.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah kejahatan politik terhadap garis kebijakan Partai dalam membangun disiplin dan tindakan penggelapan serta penjarahan yang disengaja yang merugikan kepentingan negara dan rakyat," kata Kim seperti dikutip dalam pidatonya.

Kecaman tingkat tinggi secara terbuka terhadap pejabat senior, khususnya oleh pemimpin tertinggi seperti ini, jarang terjadi dalam sistem pemerintahan otoriter dan tidak transparan di Korea Utara.

Belum diketahui hukuman apa yang akan diterima pejabat yang melakukan korupsi tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikNews

(ita/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads