Raut wajah Erwin Susman (43) tak mampu menyembunyikan rasa cemas dan lelah yang mendalam. Di kediamannya yang beralamat di Jalan RA Kosasih, Gang Mahmud, RT 03/05, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online ini menceritakan nasib pilu yang menimpa istrinya, Evi Mentari (37).
Evi kini terbaring tak berdaya, koma di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi, setelah didiagnosis menderita tumor otak. Dalam video yang diterima detikJabar, terlihat Evi yang tak sadarkan diri.
Di sampingnya, sebuah mesin monitor medis elektronik portabel berwarna putih abu-abu dengan aksen oranye diletakkan di atas meja dorong kecil. Selain itu, terdapat jalur instalasi stopkontak kabel, selang medis transparan, serta katup gas medis (oksigen/vakum).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan pelik ini bermula pada akhir November 2022 silam. Saat itu, Erwin yang jarang berada di rumah karena harus menarik ojek tiba-tiba disodori berkas tanda tangan oleh sang istri yang berniat mengadu nasib ke Timur Tengah.
Evi berangkat secara mandiri melalui informasi dari seorang rekannya. Belakangan baru diketahui, Evi diduga berangkat menggunakan visa ziarah, bukan visa kerja.
"Setahu saya mah visanya visa ziarah. Pas berangkat, istri bilang sudah ada yang menjemput di bandara di Arab Saudi, istilahnya calling visa," kata Erwin kepada detikJabar di kediamannya, Jumat (10/6/2026).
Di awal masa kerja, semuanya tampak berjalan normal. Evi rutin menghubungi suami, anak-anak, hingga kakaknya setiap hari. Tidak pernah ada cerita atau keluhan mengenai siksaan fisik dari sang majikan. Namun, petaka administrasi dan hak yang tertahan mulai menggerogoti ketenangan mereka.
Erwin baru mengetahui bahwa istrinya ternyata tidak pernah dibuatkan Iyamah (izin tinggal) oleh majikannya. Ketika masa kontrak habis dan Evi berniat pulang, sang majikan menolak memberikan izin. Tak sampai di situ, gaji Evi selama dua hingga tiga bulan sengaja ditunda-tunda dan tidak kunjung dibayarkan.
"Dibilangnya nanti, nanti, tapi enggak dikasih juga. Malahan mau izin minta pulang juga enggak boleh. Katanya jangan pulang. Makanya istri akhirnya kabur," tutur Erwin.
Dua Tahun Menjadi 'Kaburan' hingga Tumbang oleh Sakit
Usai melarikan diri dari rumah majikannya, kehidupan Evi di tanah perantauan kian luntang-lantung. Selama hampir dua tahun, ia hidup sebagai pekerja ilegal atau 'kaburan' dengan mengambil pekerjaan serabutan. Pendapatannya yang tidak menentu membuat Evi harus bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan.
"Kerja kayak serabutan di luar. Ya kalau ada kerjaan ada makan, kalau enggak ya kadang ibaratnya makan enggak makan lah," kata Erwin dengan suara bergetar.
Di tengah upayanya mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi bisa ongkos pulang ke Indonesia, fisik Evi rupanya sudah mencapai batasnya. Pada akhir Mei lalu, Evi mulai mengeluhkan sakit. Kondisinya langsung merosot tajam memasuki bulan Juni hingga akhirnya ia jatuh koma.
Pihak keluarga makin terpukul lantaran mendapat kabar bahwa Evi sudah menjalani tindakan operasi sebanyak dua kali di Jeddah tanpa adanya pemberitahuan atau perizinan terlebih dahulu kepada keluarga di Sukabumi.
"Dengar-dengar dari dokter di sana katanya tumor otak. Justru saya ingin tahu kronologinya seperti apa, cuma pihak sana enggak menjelaskan ke saya. Tahu-tahunya sudah dioperasi dua kali saja," ungkapnya bingung.
Berharap Uluran Tangan Pemerintah
Sebagai orang awam, Erwin mengaku kebingungan harus mencari bantuan ke mana lagi. Sejauh ini, ia telah melaporkan kasus ini ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Pihak pemerintah daerah setempat pun diakui sudah sempat datang menemui keluarga untuk meminta keterangan.
Kini, harapan terbesar Erwin adalah bisa memulangkan sang istri ke tanah air, bagaimanapun kondisinya. Jeritan hati ini juga ia titipkan secara terbuka kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar suaranya bisa didengar. Ada tiga anak laki-laki di Sukabumi yang kini terpaksa kehilangan figur seorang ibu, bahkan salah satunya masih berusia 8 tahun dan membutuhkan bimbingan.
"Saya minta bantuan sama Pak Gubernur perihal istri saya yang sekarang keadaannya lagi sakit sakaligus koma di Jeddah, Arab Saudi. Mohon bantuannya agar bisa membantu kepulangannya ke Indonesia dalam keadaan hal apa pun. Mudah-mudahan bisa berkumpul kembali dengan keluarga karena anak-anaknya sangat membutuhkan ibunya," pungkas Erwin penuh harap.
(yum/yum)
