Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda terus bergulir dan menjadi topik pembicaraan di berbagai kalangan. Komisi I DPRD Jawa Barat juga terus membahas usulan yang disampaikan oleh komunitas pengkaji pergantian nama tersebut.
Bahkan pada Selasa (7/7), Komisi I DPRD Jabar kembali menggelar rapat kerja dengan komunitas tersebut. Rapat kerja itu menghasilkan sejumlah poin penting terkait wacana perubahan nama provinsi.
Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati, menuturkan bahwa rapat kerja itu menghasilkan beberapa rekomendasi, salah satunya adalah tindak lanjut atas usulan yang disampaikan komunitas pengkaji pergantian nama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat yang mengusulkan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda merupakan aspirasi masyarakat yang harus diapresiasi untuk dikaji dan ditindak lanjuti," ucap Rahmat, Rabu (8/7/2026).
Ia mengatakan, berdasarkan tata tertib dan mekanisme yang berlaku di DPRD, hasil rekomendasi kemudian akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dikaji lebih mendalam.
"Terkait kajian dan tindak lanjut perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda, sesuai mekanisme tata tertib DPRD diserahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai perundang-undangan," ungkapnya.
Selain menyerahkan rekomendasi untuk dikaji, DPRD juga menyarankan agar Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan segera mengembangkan kurikulum yang memuat nilai-nilai penguat budaya Sunda.
"Seiring dengan proses kajian dan tindak lanjut oleh pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, komisi 1 merekomendasikan untuk memperkuat nilai budaya sunda agar di kembangkan melalui kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal di setiap jenjang pendidikan di Jawa Barat," tegas Rahmat.
Ia menjelaskan, salah satu cara untuk memperkuat nilai budaya Sunda di sektor pendidikan bisa dilakukan dengan menerapkan kurikulum pendidikan Pancawaluya serta ajaran Silih Asah, Silih Asuh, dan Silih Asih.
"Memperkuat nilai budaya Sunda yang dimaksud seperti kurikulum pendidikan Pancawaluya, praktikum dari nilai ajaran Sunda, silih asah silih asuh silih asih wawangi dalam demokratisasi pembangunan hingga β mengembangkan bahasa serta seni budaya sunda dalam pendidikan," tutup Rahmat.
Simak Video "Video KPK Geledah Rumah Ono Surono di Indramayu, Sejumlah Dokumen Disita"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
