Ancaman El Nino 2026, 19 Kecamatan di Bandung Masuk Zona Rawan

Ancaman El Nino 2026, 19 Kecamatan di Bandung Masuk Zona Rawan

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 07 Jul 2026 20:00 WIB
Ilustrasi kekeringan ekstrem
Kekeringan ekstrem. (Foto: The Cool Down)
Kabupaten Bandung -

Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bandung berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Berbagai langkah dilakukan pemerintah guna mengantisipasi dampak dari fenomena tersebut.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung, sebanyak 19 dari 31 kecamatan masuk dalam kategori rawan kekeringan. Apalagi fenomena El Nino tersebut diprediksi menyebabkan krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga ancaman pada sektor pangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang sudah masuk ke kami baru 19 kecamatan yang tergolong rawan (kekeringan). Tapi, potensinya sebenarnya ada di seluruh kecamatan (31)," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, kepada detikJabar, Selasa (7/7/2026)

Menurutnya kondisi tersebut berpotensi berlangsung hingga bulan Agustus 2026 mendatang. Kata dia, potensi tersebut diketahui berdasarkan data dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

ADVERTISEMENT

"Bulan Agustus menjadi puncaknya, dan sampai September kekeringan masih berpotensi terjadi," katanya.

Diki menjelaskan, dari jumlah kecamatan tersebut terdapat 50 desa yang masuk kategori rawan kekeringan. Namun data tersebut berpotensi mengalami penambahan area.

"Sementara ini, data yang masuk baru sekitar 50 desa. Kemungkinan jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring berjalannya waktu," jelasnya.

Dia mengaku telah melakukan antisipasi dan mitigasi dalam menangani fenomena tersebut. Salah satunya adalah mengadakan rapat koordinasi dengan pihak terkait yang ada di Kabupaten Bandung.

"Sesuai arahan pimpinan, salah satu langkah antisipasi adalah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke tiap kecamatan," kata Diki.

"Untuk hal-hal lain, khususnya yang berkaitan dengan pertanian, kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Namun, untuk kebutuhan masyarakat, kami menyiapkan bantuan air bersih ke setiap kecamatan," tambahnya.

Diki menambahkan saat ini tengah memproses Surat Keputusan (SK) siaga kekeringan Kabupaten Bandung. Menurutnya SK tersebut akan diterbitkan dalam waktu dekat.

"Dasarnya, gubernur sudah mengeluarkan SK terkait kondisi kekeringan. Kami juga sedang memproses SK Siaga Kekeringan Kabupaten, tinggal menunggu penandatanganan oleh Bupati," pungkasnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads