Awas Salah Jalur! Akses Masuk Bandara Husein Kini Berubah

Awas Salah Jalur! Akses Masuk Bandara Husein Kini Berubah

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 07 Jul 2026 13:12 WIB
Rekayasa lalu lintas di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (7/7/2026)
Rekayasa lalu lintas di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (7/7/2026) (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Tim gabungan dari Dishub Kota Bandung, Satlantas Polrestabes Bandung, Lanud Husein Sastranegara, dan Angkasa Pura menggelar tinjauan fasilitas transportasi di Bandara Husein Sastranegara. Langkah ini dibarengi dengan penerapan rekayasa lalu lintas serta penataan sistem parkir di kawasan tersebut.

Kasi Perlengkapan Jalan Dishub Kota Bandung, Dimas Sodik Mikail mengatakan, kesiapan ini dilakukan menyambut pembukaan bandara yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Hari ini kami melakukan uji coba survei lapangan terkait dengan manajemen rekayasa lalu lintas. Jadi yang sebelumnya akses masuk ke bandara, dari luar ke bandara itu contraflow ya, berada di sebelah kanan, kita ubah menjadi di sebelah kiri masuk ke bandara," kata Dimas di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (7/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian keluar bandara di sebelah kiri sehingga sesuai dengan normalnya arus lalu lintas di Indonesia," tambahnya.

Dimas mengungkapkan, dari hasil ujicoba rekayasa lalu lintas, tim gabungan akan menyepakati manajemen lalu lintas yang direkomendasikan dari hasil peninjauan. Manajemen ini harus betul-betul dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan.

ADVERTISEMENT

"Ada beberapa titik yang menjadi perhatian kita, ada crossing dan juga potensi-potensi adanya kemacetan. Nah kita upayakan untuk meminimalisir atau mengatasi kemacetan di titik-titik tersebut. Adapun beberapa yang kita sampaikan, kita usulkan untuk penempatan rambu-rambu lalu lintas petunjuk dan juga apa namanya adanya informasi buat pengunjung bandara, para penumpang, sehingga bisa lebih informatif, lebih jelas arus lalu lintasnya dan meminimalisir terjadinya kemacetan di bandara," ungkapnya.

Dimas menuturkan, saat ini kondisi bandara dari jumlah penerbangan tidak seramai sebelum dialihkan, dan secara apa okupansi dan jumlah penumpangnya tidak langsung banyak, sehingga manajemen rekayasa lalu lintas ini akan dievaluasi begitu adanya peningkatan penumpang dan juga adanya kepadatan.

Tak hanya itu, nantinya baik penumpang atau yang mengantarkan penumoang, hendaraanya akan terlebih dahulu mausk ke parkiran. Itu dilakukan demi mengurai kendaraan.

"Selain itu juga masuk ke parkiran juga itu juga berubah, sebelumnya berada di ujung bandara, ini semua penumpang yang mau masuk ke bandara itu dibelok-kirikan semua nanti masuk ke tempat parkir. Nanti ada lajur khusus bilamana hanya untuk melintas untuk drop off penumpang itu bisa langsung keluar dan untuk drop off penumpang, tapi kalau yang parkir bisa langsung parkir di tempat parkir bandara, seperti itu," jelasnya.

Terkait parkiran yang kerap dikeluhkan, saat disinggung apakah pihaknya akan buat gedung parkir? Dimas sebut, kondisi tempat parkir memang sempit.

"Betul, saat ini memang dari kapasitas parkir memang relatif kecil ya, kalau Satuan Ruang Parkir (SRP) yang ada itu sekitar 109 mobil untuk di tempat parkir. Ya harapannya itu bisa memenuhi kebutuhan layanan parkir yang ada di bandara ini. Kalaupun nanti ternyata penuh seperti yang sebelum-sebelumnya itu, ya kita mungkin nanti merencanakan kembali untuk kantong-kantong parkir apa alternatif di bandara ini," jelasnya.

Untuk pengaturan taksi online dan jek online, itu juga akan dipikirkan oleh Dimas bersama tim.

"Taksi online dan ojek online juga sejauh ini belum ada informasi yang pasti, masih dalam tahap perencanaan reaktivasi terlebih dahulu. Jadi kami baru
melakukan rekayasa lalu lintas, kemudian melengkapi fasilitas infrastruktur yang ada di bandara," pungkasnya.

(wip/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads