Munculnya Isu Keretakan Farhan dan Erwin

Round-up

Munculnya Isu Keretakan Farhan dan Erwin

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 07 Jul 2026 07:30 WIB
Farhan dan Erwin
Farhan dan Erwin. (Foto: Bima Bagaskara)
Bandung -

Hubungan politik antara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan wakilnya, Erwin, sedang dilanda ketegangan. Semuanya terjadi setelah Erwin secara jor-joran merasa tidak pernah dilibatkan dalam urusan pemerintahan.

Pernyataan itu Erwin sampaikan saat ditemui wartawan di Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2026). Awalnya, Erwin memberi komentar panjang lebar setelah proses praperadilan mengenai SP3 kasus korupsinya ditolak pengadilan.

Begitu sesi pertanyaan itu selesai, wartawan sempat menanyakan ke Erwin mengenai keterlibatannya dalam penanganan potensi kekeringan di Kota Bandung. Di momen ini lah, Erwin secara blak-blakan mengaku tak pernah dilibatkan oleh Farhan soal urusan pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya terus terang saja, saya selama ini tidak pernah diajak ya oleh Wali Kota. Dari mulai pergeseran anggaran, anggaran perubahan, anggaran APBD, program kerja Kota Bandung, rotasi-mutasi, saya belum pernah diajak. Cuma kemarin aja terakhir saya diajak rapat pimpinan, itu pun saya enggak bicara apa-apa," kata Erwin saat bercerita masalah tersebut.

ADVERTISEMENT

Di balik isu keretakan itu, Erwin tentu berharap semuanya bisa kembali normal setelah proses praperadilan ditolak. Sehingga, ia mengaku bisa kembali menjalankan tugasnya sebagai orang nomor dua di Kota Bandung.

"Jadi ya mudah-mudahan dengan beresnya ini saya bisa lagi sinergi dengan Bapak Walikota Bandung, saya bisa berbagi tugas, tapi ya tergantung Pak Wali mungkin," ungkapnya.

"Saya mah siap gitu kan apa pun, dan saya tetap punya fungsi sebagai evaluasi dan pengawasan. Jadi saya tidak tahu kalau bicara program-program di Kota Bandung
ini, terus terang saya tidak tahu karena tidak pernah diajak. Jadi kerja saya yah sesuai tupoksi saya," bebernya.

Namun sepertinya, masalah antara keduanya tidak seperti membalikan telapak tangan. Bagaimana tidak, ia mengaku tak pernah dilibatkan dalam urusan pemerintahan sejak proses pelantikan.

Padahal secara pribadi, Erwin ingin menguatkan kembali janji politiknya bersama Farhan kepada kalangan masyarakat. Namun upayanya itu terasa terus menemui kebuntuan.

"Sebenarnya saya sudah berkali-kali, cuma kan mungkin kewenangannya di Pak Wali, di Pak Sekda. Selama ini saya belum pernah diajak bicara untuk hal program kerja. Makanya saya nggak tahu apa yang saya mengerjakan sesuai tupoksi saya saja," katanya.

"Malahan saya ditunjuk oleh Pak Wali sebagai Ketua Satgasus, saya menjalankan gitu kan semua tugas saya dengan Insyaallah mungkin masyarakat
bisa menilai dengan baik. Dari mulai minuman (keras), dari mulai reklame yang liar, dari mulai prostitusi, ya saya menjalankan sesuai dengan tupoksi saya saja," katanya.

"Dan karena sekarang katanya sudah diserahkan kepada Sekda, ya itu bukan tugas saya lagi. Tapi kalau itu ada masalah, Insyaallah saya pasti akan turun membereskan. Tapi mungkin punya keterbatasan karna saya bukan sebagai ketua Satgas lagi," bebernya.

Erwin pun merasa kesulitan berkomunikasi dengan pasangannya, Farhan. Komunikasi terakhir terjadi saat rapat pimpinan beberapa waktu lalu, namun momen itu tidak terlalu berdampak signifikan.

"Sampai saat ini saya belum komunikasi ya. Hanya terakhir komunikasi waktu saya diajak ikut rapat pimpinan, sempat ngobrol sebentar, udah gitu sampai sekarang saya belum komunikasi lagi," ucapnya.

"(Hubungan dengan Farhan retak?) Saya tidak tahu, silakan saja wartawan yang menilai. Tapi saya intinya bahwa saya sami'na wa ato'na kepada pimpinan. Apapun keinginan pimpinan, saya akan ikut," ungkapnya.

Bagi Erwin sendiri, hubungan Wali Kota dengan Wakil Wali Kota ibarat suami-istri. Meski demikian, secara garis besar, ia mengaku ini merupakan proses dinamika yang harus dilaluinya.

"Kalau bicara menyesalkan, ya bisa saja saya menyesalkan gitu kan ada kondisi seperti ini. Tapi semua mungkin ada proses perjalanan, mudah-mudahan saja dengan proses perjalanan seperti ini Insyaallah kita bisa guyub, bisa collab. Karena walau bagaimanapun saya ini seorang Wakil, tentunya punya tugas mewakili gitu. Cuma saat ini kan saya juga jarang dikasih tugas oleh Pak Wali," katanya.

"Tidak boleh sedih, tidak boleh menyesal. Kan saya punya tugas selama ini saya mah on the track lah. Pak Wali kasih tugas juga insyaallah beres sama saya. Jadi intinya bahwa karena saya menjalankan maqashid syariah di Kota Bandung ini," ucapnya.

Respons Walkot Farhan

Isu ini kemudian direspons Wali Kota Bandung Muhammad. Ia mengaku segera menjalin komunikasi dengan Erwin setelah curhat itu dilontarkan.

"Nanti saya ngobrol sama Pak Erwin. Iya, nanti saya akan komunikasi dengan Pak Erwin," kata Farhan kepada wartawan di Balai Kota Bandung.

Farhan membeberkan soal pembagian tugas ia dengan Erwin dalam urusan pemerintahan. Baginya, Erwin baru bisa bertugas jika diberi perintah oleh kepala daerah.

"Rapat, kan Pak Erwin juga yang saya tahu ya, dari laporan-laporan kan beliau masih bertemu dengan dinas apabila ada masalah yang mau diselesaikan, diselesaikan gitu. Beliau juga masih diundang ke acara-acara, masih lah," ungkapnya.

"Kalau pembagian tugas, kan pada dasarnya gini. Berdasarkan dari Permendagri, bahwa tugas dari wakil kepala daerah apabila diberikan tugas oleh kepala daerah. Sejauh ini mah tugas yang diberikan memang tidak sebanyak dulu kan, karena sebagian sudah berjalan dengan sendirinya," tambahnya.

Menurut Farhan, soal janji politik, fokus yang sedang ia jalankan saat ini adalah urusan penanganan sampah. Ia mengatakan, program itu hanya perlu menunggu realisasi untuk bisa dijalankan.

"Janji wali kota yang belum terpenuhi tinggal masalah sampah ya. Kalau sampah mah, semua orang mikirin deh. Yang paling berat ya. Dan sekarang kan sampah mah lagi menunggu. Semua proposal sudah masuk, sudah sejak lama, tinggal kita menunggu realisasi proposal dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Sekarang pengelolaan sampah berjalan sebagaimana normalnya yang sudah ada," bebernya.

Mengenai komunikasi dengan Erwin, Farhan menyatakan urusan itu bisa dilakukan kapan saja. Namun ia memastikan, komunikasi dengan Erwin masih berjalan dengan normal.

"Bisa kapan aja atuh dengan Pak Wakil mah tinggal telepon. (Soal tugas Erwin?) Bahwa kami harus bahwa kami bisa memberikan tugas," ungkapnya.

"(Komunikasi dengan Erwin?) Alhamdulillah," singkat Farhan seraya melempar senyum kepada wartawan.

Halaman 2 dari 2
(ral/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads