Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, hadir langsung dalam agenda Penyegaran Pelatih Jantung Sehat yang diinisiasi Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kota Bogor. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD Kota Bogor, Sabtu 26 Juni 2026.
Acara ini juga dihadiri Ketua YJI Jawa Barat, Dr. dr. Komar Hanifi, MKM. Puluhan instruktur dan pelatih senam jantung sehat dari seluruh kelurahan dan kecamatan se-Kota Bogor tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan kompetensi ini. Pria yang akrab disapa Kang Adit tersebut menekankan pentingnya komitmen kolektif untuk mendongkrak derajat kesehatan warga Bogor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, berkat kerja sama kita semua, kita dapat kembali melaksanakan kegiatan kepelatihan jantung sehat ini. Semoga dengan adanya kegiatan penyegaran ini, seluruh pelatih dapat menyegarkan kembali komitmen dan kemampuannya. Kita harus makin semangat demi mewujudkan masyarakat Kota Bogor yang sehat dan produktif," ujar Adityawarman yang juga menjabat sebagai Ketua YJI Cabang Kota Bogor.
Kang Adit berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian agenda dengan fokus. Baginya, penguasaan materi dari narasumber sangat krusial agar para instruktur bisa memberikan edukasi yang maksimal saat terjun langsung ke lapangan.
Lebih lanjut, ia mendorong agar gerakan jantung sehat di Kota Bogor semakin masif pascapelatihan ini. Adityawarman menegaskan komitmen legislatif untuk terus mendukung kolaborasi lintas sektoral demi program kesehatan masyarakat.
"Kami berharap ke depannya kita dapat bekerja sama secara erat dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor. Melalui kolaborasi yang baik ini, kita dapat bersama-sama menghadirkan dan mewujudkan salah satu visi penting Kota Bogor, yaitu Bogor Sehat, khususnya dalam menjaga kesehatan jantung warganya," tambahnya.
Di lokasi yang sama, Ketua YJI Jawa Barat Dr. dr. Komar Hanifi, MKM, menjelaskan bahwa penyegaran kompetensi ini bertujuan meningkatkan performa operasional serta pemahaman teknis para pelatih di lapangan.
Komar memberikan catatan menarik terkait demografi peserta senam jantung yang selama ini masih didominasi kaum ibu. Ke depan, ia membidik keseimbangan kepesertaan dengan merangkul kaum bapak dan generasi muda agar proteksi kesehatan jantung keluarga lebih menyeluruh.
Menurutnya, keberhasilan perluasan jangkauan ini ada di tangan para pelatih tingkat kelurahan dan kecamatan. Pelatih lapangan dinilai memiliki empati yang kuat sekaligus pemahaman teknis yang mumpuni dalam mengelola kesehatan warga.
"Menuju Indonesia Emas tahun 2045, salah satu syarat utamanya adalah masyarakat yang sehat. Kesehatan ini harus dimulai dari generasi mudanya, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Para pelatih merupakan unsur yang tidak terpisahkan dalam menyiapkan Kota Bogor agar penyakit jantung semakin lama semakin berkurang dan tidak lagi menjadi masalah utama melalui langkah preventif," jelas Komar Hanifi.
Komar juga mengingatkan bahwa kompetensi pelatih YJI tidak hanya soal teknik gerakan senam. Mereka wajib menguasai lima pilar utama program Jantung Sehat (SEHAT), yakni: Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi dan atasi stres, Awasi tekanan darah, serta Teratur berolahraga.
Terakhir, ia mengimbau seluruh pelatih di Kota Bogor untuk selalu menjaga etika kerja dan soliditas tim guna menghindari gesekan emosional saat bertugas.
"Kerja sama tim yang solid menjadi modal utama untuk turun ke wilayah secara merata demi tercapainya target Bogor Sehat dan Indonesia Kuat," pungkasnya.
Simak Video "YJI menguatkan pesan hidup sehat di Hari Jantung Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
