Viral Jukir Liar Sasar Wisatawan di Ciwidey, Polisi: Jangan Kasih Uang!

Viral Jukir Liar Sasar Wisatawan di Ciwidey, Polisi: Jangan Kasih Uang!

Yuga Hassani - detikJabar
Senin, 29 Jun 2026 14:46 WIB
Jukir liar di Ciwidey, Bandung.
Jukir liar di Ciwidey, Bandung. (Foto: Istimewa)
Kabupaten Bandung -

Seorang juru parkir (jukir) liar diduga melakukan penarikan uang parkir di Perkebunan Teh Rancabali Ciwidey, Kabupaten Bandung. Aksi tersebut terekam oleh kamera warga dan videonya viral di media sosial.

Dari video yang dilihat detikJabar, tampak seorang pengendara roda dua yang tengah menepi di pinggir jalan. Warga tersebut sedang mengabadikan momen keindahan hamparan kebun teh di lokasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlihat di belakang pengendara roda dua tersebut berdiri seorang jukir liar mengenakan rompi hijau. Jukir liar itu tampak mengatur lalu lintas dan menunggu pengendara tersebut beranjak dari tempatnya.

Kapolsek Ciwidey AKP Joko Prihatin membenarkan aksi jukir liar tersebut terjadi di wilayahnya. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada pekan lalu.

ADVERTISEMENT

"Iya itu kejadiannya sudah satu minggu yang lalu," ujar Joko, melalui pesan singkatnya, Senin (29/6/2026).

Pihaknya menjelaskan, petugas telah mendatangi lokasi tersebut. Menurutnya, aksi jukir liar itu kerap terjadi saat libur akhir pekan.

"Sudah kita tindak lanjuti kemarin bahwa memang kadang-kadang ada yang suka markiran Sabtu-Minggu. Tapi memang beberapa hari ini yang diduga jukir sudah nggak ada," katanya.

Joko mengungkapkan, para pengendara tersebut biasanya menepi untuk sekadar mengabadikan momen. Pengendara lainnya biasanya berhenti hanya untuk beristirahat di warung yang ada di pinggir jalan.

"Kurang pasti menurut warga warung, sudah satu minggu lebih nggak datang lagi," jelasnya.

Dia menegaskan area tersebut dilarang untuk dikenakan tarif parkir. Apalagi kawasan tersebut merupakan area pemandangan alam yang bisa dinikmati oleh siapa pun.

"Iya (kawasan dilarang bayar parkir)," tegasnya.

Joko mengimbau kepada para pemilik warung-warung dan masyarakat untuk tidak memberlakukan tarif parkir. Kata dia, masyarakat pun diminta untuk tidak memberikan uang parkir kepada jukir liar.

"Kita imbau kepada warung-warung dan masyarakat untuk tidak ada penarikan parkir di area perkebunan. Pengunjung juga harus berani menolak, walaupun sampai saat ini belum ada yang merasa dipaksa mengenai parkir," pungkasnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads