Istilah cinta itu buta, boleh jadi memang benar adanya. Setidaknya hal itu terjadi pada KM (45), seorang janda yang sempat menghilang sekitar satu bulan akibat mabuk kepayang oleh hubungan asmara.
Yang jadi masalah, warga Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya itu menghilang tanpa kabar, sehingga menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih saat ini sedang heboh kasus penyekapan dan penganiayaan YTR di Bandung, sehingga raibnya KM membuat kedua anaknya was-was dan akhirnya melapor ke Polsek Tawang.
Anak bungsu KM melaporkan ibunya menghilang usai Idul Adha. Kontak terakhir terjadi pada 15 Juni lalu, saat KM meminta bantuan uang kepada anaknya karena mengaku kehabisan bekal. Setelah itu, tak ada lagi kabar darinya.
Usai menerima laporan, Polisi akhirnya berupaya mencari keberadaan KM. Informasi orang hilang disebar, foto KM pun berseliweran di lini masa media sosial dan aplikasi perpesanan.
Pada Senin (29/6/2026) dini hari, KM akhirnya pulang sendiri ke rumahnya. Kondisinya tampak baik-baik saja. Dia mengakui selama sebulan ini bepergian bersama pacarnya ke daerah Bandung.
Kekhawatiran keluarga dan warga akhirnya reda, meski sebagian keluarga mengaku menyesalkan perilaku KM yang pergi tanpa memberikan kabar sedikit pun.
Untuk memastikan kondisi KM, Senin (29/6/2026) pagi, unsur pemerintahan setempat mulai dari Lurah, Ketua RW, hingga Bhabinkamtibmas menyambangi rumah KM.
Janda bercucu satu ini terlihat masih bisa tersenyum menyambut kedatangan aparat, meski rona wajahnya terlihat lelah.
"Saya ke Bandung, daerah Ciparay. Sempat kerja di perajin boneka 3 hari, tapi saya keburu sakit, kena cacar," kata KM.
Kepada Bhabinkamtibmas dan Lurah, dia memastikan tidak ada aksi kekerasan atau dugaan tindak pidana selama "berkelana" bersama pacarnya yang berusia belasan tahun lebih muda. Motifnya pergi tanpa kabar semata-mata karena urusan asmara. Selama perjalanan itu, KM mengaku tinggal di kontrakan.
"Dia asalnya pengamen, tapi sekarang kerja bangunan. Tidak ada kekerasan," kata KM, menyebut sosok pria yang mengajaknya pergi.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tawangsari, Aipda Gian Fajar, mengatakan pihaknya ingin memastikan kondisi KM yang sebelumnya dikabarkan hilang tanpa kabar.
"Sejauh ini memang tak ditemukan adanya unsur pidana, sehingga kami hanya melakukan pembinaan," kata Gian.
Dia mengatakan jatuh cinta memang hak seseorang, terlebih bagi mereka yang sudah dewasa. Namun, ada hal-hal lain yang mesti diperhatikan agar tidak timbul keresahan di lingkungan keluarga.
"Tadi kami berdialog bersama yang bersangkutan dan keluarganya, termasuk kedua anaknya. Sang ibu mungkin sedang memperjuangkan cintanya, di sisi lain kedua anaknya khawatir karena mereka juga sayang kepada ibunya. Sang anak khawatir ibunya jatuh ke orang yang salah," kata Gian.
Gian juga sempat meminta langsung kepada KM agar tidak menjadi 'bucin' alias budak cinta. Dia meminta KM lebih dewasa dalam bersikap.
"Jatuh cinta boleh, tak ada yang melarang. Tapi ibu juga harus tetap membagi cinta untuk anak, untuk cucu dan keluarga di sini. Jangan egois. Anak ibu sampai lapor polisi, itu tanda sayang anak ke ibunya," kata Gian kepada KM.
Pihak keluarga KM juga menyayangkan sikap pacarnya yang seolah tak bertanggung jawab. Salah satu indikasinya, sosok pria muda itu membiarkan KM pulang sendiri.
"Kalau dia lelaki benar, tidak begini caranya. Dia pasti datang, bicara baik-baik. Ini kan ibu saya pulang sendiri," kata R, anak sulung KM.
Sementara itu, Lurah Tawangsari, Cece Priatna, mengaku lega karena warganya yang sempat dikabarkan hilang kini sudah pulang dalam keadaan selamat.
"Alhamdulillah sudah pulang, memang kami sempat khawatir karena sedang ramai kasus penyekapan. Tapi ternyata bisa pulang dalam keadaan selamat. Itu yang paling penting," kata Cece.
Simak Video "Video: Lantai Rumah Jebol, Ibu di Bandung Terseret Arus Sungai"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
