Rumah dengan Ratusan Merpati Ini Seperti Mimpi Buruk

Kabar Internasional

Rumah dengan Ratusan Merpati Ini Seperti Mimpi Buruk

Gresnia Arela Febriani - detikJabar
Senin, 29 Jun 2026 08:30 WIB
Tim penyelamat mengevakuasi hampir 200 merpati dari kasus hoarding tragis di Pennsylvania. Burung-burung ini ditemukan terluka dan mengalami malnutrisi.
Tim penyelamat mengevakuasi hampir 200 merpati dari kasus hoarding tragis di Pennsylvania. Burung-burung ini ditemukan terluka dan mengalami malnutrisi. (Foto: Dok. Facebook PoconoWildlife & People)
Pennsylvania -

Kisah menyayat hati datang dari sebuah rumah di Pennsylvania, Amerika Serikat. Di dalam rumah tersebut, hidup ratusan merpati yang tak terurus dan perlu penanganan medis.

Rumah tersebut viral usai sebuah sebuah lembaga rehabilitasi satwa liar menyelamatkan hampir 200 ekor burung merpati yang berada di hunian tersebut. Adalah Pocono Wildlife Rehabilitation and Education Center yang awalnya menerima laporan dari pihak pengawas hewan di wilayah Wilkes-Barre, Amerika Serikat. Pihak berwenang meminta bantuan setelah menemukan ratusan burung hidup di dalam sebuah kediaman warga.

Saat tiba di lokasi, tim penyelamat dihadapkan pada pemandangan yang menyayat hati. Alih-alih menemukan hewan yang terawat, mereka mendapati perkiraan sekitar 170 hingga 200 ekor merpati hidup dalam kondisi sanitasi yang sangat buruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak di antara burung-burung tersebut mengalami luka-luka fisik, malnutrisi parah, serta tubuh yang digerogoti oleh kutu dan tungau. Kondisi interior rumah juga terlihat memprihatinkan karena telah dikuasai oleh kawanan burung merpati dalam jumlah besar. Burung-burung tersebut terlihat berkeliaran bebas di lantai dan bertengger di atas lemari kayu tua, sementara kotoran dan bulu tampak berserakan di mana-mana, mengotori permukaan furnitur dan karpet.

Ruangan yang remang-remang ini didominasi oleh perabotan usang seperti kursi beludru berwarna marun yang sudah rusak dan tirai tipis berwarna merah muda yang menutupi jendela di latar belakang. Rumah tersebut begitu kotor dan tidak layak huni bagi manusia.

ADVERTISEMENT

Melalui pernyataan resmi di akun Facebook mereka, pihak organisasi membagikan kondisi memprihatinkan tersebut kepada publik. "Foto-foto yang kami bagikan hanya mampu menggambarkan sebagian kecil dari cerita pilu yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tersebut," tulis perwakilan Pocono Wildlife Rehabilitation and Education Center dilansir dari People.

Tim penyelamat mengevakuasi hampir 200 merpati dari kasus hoarding tragis di Pennsylvania. Burung-burung ini ditemukan terluka dan mengalami malnutrisi.Tim penyelamat mengevakuasi hampir 200 merpati dari kasus hoarding tragis di Pennsylvania. Burung-burung ini ditemukan terluka dan mengalami malnutrisi. Foto: Dok. Facebook PoconoWildlife.

Burung-burung yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke pusat rehabilitasi untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Setiap ekor merpati harus menjalani evaluasi kedokteran hewan secara menyeluruh, pemberian obat-obatan, serta perawatan intensif untuk membasmi parasit yang menyiksa tubuh mereka.

Operasi penyelamatan skala besar ini diakui membawa beban finansial yang sangat berat bagi lembaga nirlaba tersebut. Masalahnya, insiden ini terjadi di waktu yang paling tidak tepat, bersamaan dengan datangnya musim berkembang biak satwa liar, di mana gelombang hewan muda yang membutuhkan perawatan biasanya melonjak tajam.

"Proses ini membutuhkan biaya yang sangat signifikan, dan ironisnya, ini datang di waktu terburuk, tepat saat musim bayi satwa liar mulai meningkat pesat," tambah pihak lembaga dalam unggahan tersebut.

Meskipun merpati sering kali dianggap sebagai hama kota atau hewan yang biasa saja oleh sebagian masyarakat, Pocono Wildlife Rehabilitation and Education Center menegaskan bahwa misi kemanusiaan mereka tidak mengenal kasta hewan. Bagi mereka, setiap makhluk hidup berhak mendapatkan kesempatan kedua. Mereka juga mengantisipasi adanya sinisme dari sebagian kalangan publik yang meremehkan aksi penyelamatan ini.

"Kami tahu pasti akan muncul komentar tak terhindarkan seperti, 'Ah, mereka kan cuma merpati.' Namun, menyelamatkan satwa liar bukanlah tentang hanya menolong hewan-hewan yang berbulu halus, lucu, atau yang tampak megah saja di dunia yang kita tinggali bersama ini," tegas perwakilan lembaga dengan penuh empati.

Pihak pusat rehabilitasi menyatakan bahwa fondasi utama dari gerakan mereka adalah rasa kasih sayang yang adil terhadap semua makhluk ciptaan. Di akhir keterangannya, mereka mengetuk hati masyarakat luas untuk menggalang dukungan dana maupun fasilitas demi kesembuhan ratusan merpati tersebut.

"Bantuan sekecil apa pun akan memberikan perbedaan besar bagi kelangsungan hidup mereka," tutup lembaga tersebut.

Artikel ini telah tayang di sini.

(gaf/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads