Penguatan karakter dan pembiasaan pola hidup sehat menjadi agenda krusial yang harus digencarkan sejak dini guna menyongsong visi Indonesia Emas di Kabupaten Bandung. Upaya ini perlu diselaraskan dengan pencapaian akademik, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian dalam mengeksplorasi gagasan baru.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, menegaskan bahwa esensi pendidikan adalah membangun peradaban dan menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, progres tersebut menuntut kolaborasi yang solid dari berbagai pihak.
"Yang paling penting, di samping kemajuan teknologi, kecerdasan artifisial, digitalisasi, dan berbagai perkembangan lainnya, yang harus kita bangun dan jaga bersama adalah karakter, integritas, dan jati diri," ujar Asep, Jumat (26/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bandung telah mengimplementasikan kebijakan kurikulum muatan lokal untuk memperkuat karakter siswa. Program tersebut mencakup pendidikan moral Pancasila, pelestarian bahasa dan budaya Sunda, hingga program literasi serta hafalan Al-Qur'an.
"Jadi luar biasa. Pak Bupati ingin memastikan warga Kabupaten Bandung tumbuh menjadi manusia unggul, memiliki nilai-nilai nasionalisme, karakter budaya yang kuat, serta menjadi agen-agen perubahan yang dibangun dari nilai-nilai spiritual," katanya.
Targetnya, generasi mendatang memiliki wawasan kebangsaan yang luas, berakar pada budaya lokal, dan memiliki fondasi spiritual yang kokoh sebagai bekal masa depan.
"Karena negara kita lahir dan besar dari nilai-nilai tersebut. Kabupaten Bandung harus semakin siap mewujudkan Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Asep juga memberikan apresiasi kepada para kepala sekolah, guru, dan pihak swasta yang konsisten mendukung dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dilakukan secara kolektif.
"Para pendidik ini adalah panutan yang mengawal anak-anak demi meraih cita-citanya," bebernya.
Menghadapi tantangan masa depan yang kian kompleks, Asep mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus dibarengi dengan kejujuran dan moralitas yang tinggi.
"Ternyata kejujuran, integritas, dan karakter merupakan modal dasar untuk tumbuh, berkarier, berkembang, dan membangun bangsa. Betapa hebatnya orang jujur yang menguasai teknologi. Betapa hebatnya orang jujur yang mampu menguasai dunia industri dan dunia bisnis. Karena itu jangan pernah meninggalkan nilai-nilai karakter dan integritas," kata Asep.
Senada dengan hal tersebut, Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk, Haruman Rustandi, menyatakan bahwa persiapan mencetak generasi unggul harus dimulai dari sekarang melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kesehatan harian.
"Dalam Hardiknas menjadi momentum penting untuk kembali mengingat bahwa pendidikan adalah fondasi dalam membangun masa depan generasi Indonesia emas. Di tengah perkembangan zaman, anak-anak perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan belajar dan pola hidup yang baik sejak dini," jelas Haruman.
Ia menambahkan, sinergi antara keluarga, sekolah, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
"Kami percaya, dan kesiapan belajar anak dimulai sejak pagi hari melalui kebiasaan sederhana dan konsisten di rumah, termasuk membiasakan sarapan sehat bergizi lengkap sebagai fondasi energi dan nutrisi untuk menjalani aktivitas sehari-hari," tuturnya.
Haruman berharap kesadaran orang tua mengenai pentingnya sarapan sehat terus meningkat. Kebiasaan ini dinilai krusial agar anak lebih fokus dan siap menghadapi tantangan di sekolah.
"Kami percaya, fokus dan kesiapan belajar anak dimulai sejak pagi hari melalui kebiasaan sederhana dan konsisten di rumah, termasuk membiasakan sarapan sehat bergizi lengkap sebagai fondasi energi dan nutrisi untuk menjalani aktivitas sehari-hari," pungkasnya.
(dir/dir)
