Insiden maut pejalan kaki tertemper kereta api kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Seorang pria tanpa identitas yang diduga sudah berusia lanjut tewas mengenaskan setelah terserempet Kereta Api (KA) 225A Pangrango di petak jalan Sukabumi-Cisaat, Kampung Bojong Nangka, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada hari ini, Jumat (26/6/2026). Saat itu, KA Pangrango sedang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor.
Seorang saksi mata, Suhendar (47), menceritakan detik-detik mencekam saat insiden terjadi. Ketika itu, ia tengah membetulkan kolam ikan yang posisinya persis berada di samping bawah rel kereta api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kaget, lagi naplok (membetulkan dinding) kolam. Lah itu kereta kan bunyi klaksonnya keras banget. Saya tengok gitu, 'Ada apa?' di hati saya teh. Pas lihat, ada orang lagi jalan pelan-pelan gitu. Jalannya pelan-pelan langsung keserepet gitu langsung," ujar Suhendar di lokasi kejadian, Jumat (26/6/2026).
Korban Terseret hingga 10 Meter
Suhendar awalnya tidak menyangka benturan yang terjadi bakal berakibat fatal. Nyatanya, korban terseret hingga sejauh 10 meter dan langsung mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.
"Saya kira nggak parah, yang saya kira gitu. Dikira dia di situ jongkok gitu. Ternyata jauh gitu, lemparnya ke sini, sampai keseret ke sini orangnya gitu," tuturnya.
Pasca-kejadian, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi korban. Tidak lama berselang, pihak kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP) guna mengidentifikasi korban dan mengevakuasinya ke rumah sakit terdekat.
Menurut Suhendar, korban yang terlihat sudah berumur tersebut berjalan sendirian di sepanjang rel tanpa membawa barang apa pun. Diduga, korban tidak mendengar peringatan klakson keras yang ditiupkan oleh masinis.
Dihubungi terpisah, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya mengaku langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat begitu menerima laporan dari masinis.
"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Setiap laporan kejadian langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh petugas di lapangan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sarana dalam kondisi aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan," terang Franoto.
Setelah petugas stasiun melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan kondisi rel serta sarana kereta aman, KA Pangrango diizinkan kembali melanjutkan perjalanan. Franoto memastikan insiden ini tidak sampai membuat jadwal perjalanan kereta api berantakan.
"KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bergerak cepat sehingga keselamatan perjalanan kereta api tetap dapat terjaga," imbuhnya.
Menyikapi kejadian ini, Franoto kembali menegaskan larangan keras bagi masyarakat untuk beraktivitas di ruang manfaat jalur kereta api. Jalur rel merupakan area terbatas yang berbahaya dan hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jangan berjalan, duduk, bermain, melintas sembarangan, atau melakukan aktivitas apa pun di jalur rel. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama," pungkasnya.
(yum/yum)
