Sopir BYD Ngaku 'Blank' Saat Tabrak Truk Boks di Tol Bocimi

Sopir BYD Ngaku 'Blank' Saat Tabrak Truk Boks di Tol Bocimi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 25 Jun 2026 16:08 WIB
Kondisi mobil listrik ringsek usai menabrak bagian belakang truk boks di Tol Bocimi
Kondisi mobil listrik ringsek usai menabrak bagian belakang truk boks di Tol Bocimi (Foto: istimewa)
Sukabumi -

Teka-teki mengenai penyebab kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sedan listrik BYD Sealion 7 dan sebuah truk box engkel di Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) KM 70 A mulai menemui titik terang.

Pengemudi sedan listrik mengaku sempat kehilangan konsentrasi atau blank sesaat sebelum menghantam truk hingga terbalik miring di tengah jalan tol pada Kamis (25/6/2026) siang.

Korban kecelakaan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Kondisi mereka dilaporkan sadar dan stabil meski menderita sejumlah luka di bagian tubuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengemudi sedan listrik BYD Sealion 7 bernomor polisi D 20 KV, Sumarna (34), mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengingat secara pasti detik-detik sebelum benturan keras itu terjadi. Ia menjelaskan bahwa perjalanannya dimulai dari arah Bogor dengan tujuan akhir menuju Sukabumi.

"Sebenarnya enggak tahu, tahu-tahu nge-bleng (blank) aja sih. Iya (dari arah) Bogor, mau ke Sukabumi," ujar Sumarna saat memberikan keterangan di atas kasur perawatan IGD RSUD Sekarwangi.

ADVERTISEMENT

Sumarna menjelaskan bahwa di dalam mobil listrik berwarna hitam tersebut, dirinya tidak sendirian melainkan sedang membawa penumpang. Total ada tiga orang yang berada di dalam kabin sedan mewah tersebut saat kecelakaan terjadi.

"Di dalam mobil ada tiga orang. Semua selamat, alhamdulillah," ucap Sumarna.

Kesaksian Sopir Truk Box, Disundul dari Belakang saat Kosong Muatan

Di ruangan yang sama, pengemudi truk box engkel bernopol F 1296 FBY, Cece Sutako (43), memberikan kesaksian berbeda. Warga Cianjur ini mengaku dikejutkan oleh benturan keras dari arah belakang yang membuat kendaraannya kehilangan kendali secara mendadak.

"Kayanya kita ketabrak dari belakang. Terus dibuang ke kiri, lalu kebalik," tutur Cece lemas dengan selang oksigen yang masih terpasang di hidungnya.

Cece menambahkan, saat insiden terjadi diri sedang berkendara seorang diri di dalam kabin truk tanpa ditemani oleh kernet. Truk box kuning yang dikemudikannya itu juga dalam kondisi kosong tanpa muatan barang.

"Iya, dari arah Bogor ke Sukabumi. (Muatan) kosong, di dalam kendaraan cuma satu orang, sendiri," tambah Cece seraya meringis menahan sakit di area dada, tangan, dan kakinya.

Cerita mengenai perjalanan truk box tersebut dipertegas oleh rekan kerja Cece, Kana, yang sempat ditemui di sekitar lokasi kejadian. Kana menjelaskan bahwa dirinya dan Cece merupakan rekan satu profesi yang baru saja menyelesaikan tugas pengiriman barang secara bersama-sama dari luar daerah.

"Habis ngirim barang, berangkatnya barengan sih tadi. Tapi pas pulang dia (Cece) duluan, saya belakangan karena lagi bongkar muatan belum beres. Kita pulang dari Cibubur mau ke Cianjur," kata Kana di atas jembatan penyeberangan tol.

Kana mengaku terkejut saat pertama kali mendapatkan kabar musibah yang menimpa rekan kerjanya tersebut. Informasi itu ia peroleh secara tidak sengaja dari sesama pengguna jalan tol yang melintas di lokasi kejadian.

"Tadi dapat informasi kecelakaan ada telepon dari sopir teler (trailer). Nanya ke saya, 'Ini teman kamu bukan?' saya bilang 'Iya, itu teman saya'. Katanya sedang celaka di sini. Oh ya sudah, saya kebetulan lagi di belakangnya. Sekarang Pak Ocit (43 berdasarkan data PJR) sudah dibawa ke Rumah Sakit Sekarwangi. Katanya disundul dari belakang, tapi saya sendiri belum tahu pasti karena posisi di belakang," papar Kana.

Dikonfirmasi mengenai penanganan medis para korban, Petugas Kegawatdaruratan RSUD Sekarwangi, Dede Lesmana, memastikan kedua pengemudi telah dievakuasi dengan cepat ke rumah sakit dan langsung mendapatkan tindakan medis pertama. Secara umum, kondisi tanda-tanda vital kedua korban berada dalam batas aman.

"Kalau untuk saat ini kondisi korban, baik Bapak Cece maupun Bapak Sumarna, kondisinya aman. Tekanan darah aman, semuanya aman, kondisi stabil. Cuman untuk area lukanya kita masih lakukan observasi," kata Dede Lesmana.

Meski demikian, Dede memaparkan adanya luka robek yang cukup signifikan serta dugaan cedera tulang yang dialami oleh pengemudi truk box akibat benturan hebat dan posisi truk yang sempat terbalik.

"Untuk luka yang si Bapak Cece, lukanya di area tangan sebelah kanan. Kemungkinan ada fraktur (patah tulang), baru kemungkinan ya. Tadi dicoba dirontgen dulu untuk melihat hasil tulangnya. Sama yang di kaki, ada luka robek juga. Kalau yang di kaki kita sudah lakukan tindakan dijahit sementara. Untuk yang Bapak satu lagi (Sumarna), cuma yang lebih sakitnya di area kaki lutut, itu juga sama harus di-rontgen dulu untuk melihat tindakan selanjutnya," pungkas Dede.

Pantauan di lokasi kejadian, efek benturan dari kecelakaan ini membuat kondisi kedua kendaraan mengalami kerusakan yang sangat kontras. Sedan listrik BYD Sealion 7 mengalami kerusakan masif hancur pada bagian depan hingga ke bodi samping kiri.

Kap mesin mobil listrik tersebut melipat total ke atas, kaca depan pecah seribu, dan komponen bagian dalam mesin elektriknya terekspos keluar akibat hancurnya bemper depan.

Sementara itu, truk box kuning milik Cece melintang serong di tengah jalan tol antara lajur satu dan lajur dua dengan posisi terbalik miring, di mana roda bagian kiri berada di atas menghadap ke barat. Ceceran oli dan cairan kendaraan tampak membasahi permukaan aspal tol.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan terjadi di Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) KM 70 A, tepatnya dari arah Jakarta menuju Sukabumi. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (25/6/2026) siang ini menyebabkan sebuah truk boks engkel terbalik.

Kainduk PJR Tol BORR dan Bocimi, Kompol Suwito, membenarkan adanya insiden tersebut. Kecelakaan tersebut melibatkan sedan listrik BYD Sealion 7 bernomor polisi D 20 KV yang dikemudikan oleh Sumarna (34), serta truk boks engkel bernomor polisi F 1296 FBY yang dikemudikan oleh Cece Sutako (43).

"Benar, dilaporkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas di KM 70 A Tol Bocimi. Faktor yang memengaruhi insiden ini diduga dari faktor manusia dan kendaraan," ujar Kompol Suwito saat dikonfirmasi detikJabar, Kamis (25/6/2026).

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads