Heboh Kawanan Monyet Liar Teror Warga Dua Dusun di Ciamis

Heboh Kawanan Monyet Liar Teror Warga Dua Dusun di Ciamis

Dadang Hermansyah - detikJabar
Rabu, 24 Jun 2026 14:30 WIB
tangkapan layar gerombolan monyet di Ciamis masuk ke permukiman warga.
tangkapan layar gerombolan monyet di Ciamis masuk ke permukiman warga. (Foto: Istimewa)
Ciamis -

Warga Dusun Sudimara dan Cigobang di Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, kini dalam kondisi siaga. Keresahan meningkat setelah gerombolan monyet liar mulai merambah area permukiman dan lahan pertanian dalam beberapa hari terakhir.

Aksi primata ini sempat terekam kamera ponsel warga. Dalam video yang beredar, kawanan tersebut terlihat lincah melompat di atap rumah serta menjarah hasil kebun. Perilaku monyet-monyet ini dinilai kian berani, mereka tidak lagi takut saat diusir dan justru menunjukkan gelagat agresif ketika didekati warga.

Selain memicu ketakutan, kehadiran satwa ini menyebabkan kerugian materiil. Sejumlah tanaman di kebun dan persawahan warga dilaporkan rusak akibat jarahan kelompok monyet tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Pelayanan Desa Panawangan, Yosef, menjelaskan bahwa fenomena di Dusun Sudimara sebenarnya merupakan pola lama yang kerap berulang setiap tahun.

ADVERTISEMENT

"Monyet liar masuk permukiman warga di wilayah Dusun Sudimara sudah berlangsung sejak lama. Setiap musim kemarau tiba, mereka pasti mendatangi perkampungan untuk mencari makanan," kata Yosef, Rabu (24/6/2026).

Namun, situasi di Dusun Cigobang justru memicu tanda tanya. Menurut Yosef, ini adalah kali pertama wilayah tersebut diserbu kawanan monyet liar, sehingga membuat warga setempat terkejut.

"Gerombolan monyet liar yang menyerbu Dusun Cigobang entah dari mana asalnya karena baru musim kemarau saat ini munculnya," ujarnya.

Guna menghindari konflik fisik antara manusia dan satwa, pemerintah desa meminta masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di titik-titik rawan. Yosef mengingatkan agar warga tidak melintasi area perlintasan monyet seorang diri.

"Usahakan bilamana akan melewati lokasi gerombolan monyet liar itu berada jangan sendirian, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Panawangan, Majur, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah darurat dengan metode tradisional. Warga mulai menempatkan anjing di area perkebunan untuk menghalau kawanan tersebut. Langkah ini diambil karena penanganan satwa tidak boleh dilakukan dengan cara menembak.

"Untuk upaya penanganan selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait di tingkat kabupaten," pungkas Majur.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads