Ada Program Serupa MBG di Posyandu Sukabumi, Ini Sasarannya

Ada Program Serupa MBG di Posyandu Sukabumi, Ini Sasarannya

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 24 Jun 2026 15:00 WIB
Pemberian Program Makan Tambahan Serupa MBG di Sukabumi
Pemberian Program Makan Tambahan Serupa MBG di Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Kabupaten Sukabumi rupanya telah memiliki inisiatif yang sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah pusat. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dijalankan dengan pendekatan yang diklaim lebih spesifik dan terukur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyatakan bahwa intervensi gizi di wilayahnya sudah lama mengadopsi semangat yang serupa dengan MBG nasional.

"Di kita sebenarnya di kesehatan itu sudah punya program pemberian makanan tambahan lokal. Itu persis dengan MBG," ungkap Masykur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan pembagian makanan massal secara umum, Dinkes Sukabumi mengandalkan basis data saintifik untuk menentukan sasaran. Masykur menjelaskan, pendataan dilakukan secara mendetail mulai dari tingkat akar rumput hingga ke Puskesmas. Hal ini memastikan setiap penerima manfaat terdata secara by name by address serta masuk dalam kategori yang paling membutuhkan bantuan.

ADVERTISEMENT

Intervensi nutrisi ini difokuskan pada kelompok paling rentan, yakni ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) atau anemia. Selain itu, bantuan juga diprioritaskan bagi bayi yang mengalami masalah pertumbuhan, seperti berat badan kurang atau terpantau stagnan dalam periode tertentu.

Menariknya, pelaksanaan program ini dilakukan secara mandiri di tingkat desa melalui konsep dapur gizi di Posyandu. Alih-alih menggunakan produk kemasan siap saji, makanan diolah langsung dari bahan pangan lokal yang tersedia di wilayah tersebut.

"Pengelolaannya itu di Posyandu. Jadi dimasak di Posyandu dan langsung diberikan ke sasaran-sasaran tersebut," jelasnya.

Melalui pemberdayaan kader Posyandu, Dinkes tidak hanya memastikan asupan nutrisi terserap dengan baik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong warga dalam memerangi stunting. Masykur berharap skema MBG nasional ke depannya dapat berkolaborasi dengan sistem PMT lokal yang sudah terstruktur di Sukabumi.

"Mudah-mudahan program MBG bisa bersinergi dengan program kami ini, karena sasarannya memang hampir sama," pungkasnya.




(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads