Warga Sering Dengar Suara Benturan dari Kamar Wanita Bandung Disekap

Warga Sering Dengar Suara Benturan dari Kamar Wanita Bandung Disekap

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 23 Jun 2026 13:17 WIB
Suasana kosan terduga pelaku dan korban di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026).
Suasana kosan terduga pelaku dan korban di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Seorang wanita berinsial YTR (29) diduga kerap mengalami kekerasan yang dilakukan oleh pacarnya inisial Taufik Hidayat (TH). Warga mengaku kerap mendengar adanya suara benturan di tembok kos.

Korban dan terduga pelaku diketahui tinggal di sebuah kosan di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Dalam kosan tersebut keduanya diduga tinggal sejak 9 Maret 2026 silam.

Pantauan detikJabar di lokasi kos, Selasa (23/6/2026), nampak kos tersebut berada di sebuah gang yang tidak jauh dari jalan raya. Jarak dari jalan raya ke kosan tersebut berkisar sekitar 50 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istri penjaga kosan, Mulyati mengatakan, dalam kesehariannya korban tidak pernah keluar kamar kos. Kata dia, hanya Taufik yang kerap keluar kosan untuk beraktivitas.

"Pelaku suka ke luar kosan untuk beli nasi atau keluar sebentar juga selalu dikunci. Takut ada orang atau feeling siapa-siapa masuk ke kosan," ujar Mulyati, saat ditemui di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

Mulyati mengaku kerap bertanya kondisi korban kepada terduga pelaku. Kata dia, pelaku kerap bilang bahwa kondisi korban tidak bisa melihat dan harus melakukan operasi.

"Iya dia suka bahas pasangannya. Dia bilang sakit matanya mau operasi di RS. Cuma harus pakai BPJS dan harus ada uang Rp10 juta. Katanya istrinya itu kondisi matanya minus 17, jadi mata gak lihat dari kecil dan bilangnya orang tua ceweknya itu di Jawa," katanya.

Suasana kosan terduga pelaku dan korban di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026).Suasana kosan terduga pelaku dan korban di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026). Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Dia menyebutkan tidak pernah mendengarkan suara jeritan dari dalam kosan tersebut. Menurutnya terdapat beberapa kali terdengar suara benturan tembok dari dalam kosan tersebut.

"Enggak pernah terdengar (suara jeritan), hanya terdengar batuk si pelaku keras. Kan dia suka sakitnya batuk terus. Suara perempuan atau rintihan enggak ada atau minta tolong. Suara pukulan atau tendangan ke tembok sering kedengaran," ucapnya.

Asal-usul Suara Benturan

Menurutnya ketika terduga pelaku ke luar kosan pun kerap ditanya mengenai suara tembok tersebut. Namun terduga pelaku kerap mengelak dan selalu berbicara seolah tidak ada apa-apa.

"Tapi ibu datangi gak ada apa-apa. Kalau ibu dengar suara begitu mungkin ibu juga sudah curiga mungkin langsung minta pertolongan dan diselidiki," jelasnya.

Selama tinggal di kos, Mulyati menjelaskan, dalam pengakuannya terduga pelaku bekerja sebagai debt collector di salah satu jasa penagihan. Kemudian dalam terduga pelaku tersebut mengaku bertempat tinggal di Nagreg, Kabupaten Bandung.

"Iya kerjanya debt collector. Terus ngakunya orang Nagreg. Istrinya katanya enggak diperdulikan keluarga," bebernya.

Terduga pelaku dalam kesehariannya kerap bersikap tempramen kepada siapapun. Kata Mulyati, bahkan kerap meminta beli makanan dalam kondisi mabuk.

"Suka tempramen tiba-tiba ngajak berantem. Om buka pintu mau keluar. Resa mau tidur kaget. Tiap habis mabuk minta dianter ambil uang atau bakso tahu dan lain-lain," jelas Mulyati.

Mulyati menuturkan, sempat membantu korban dan terduga pelaku yang berencana ke rumah sakit. Keduanya ke rumah sakit menggunakan taksi online dan terduga pelaku pakai motor.

"Kan pas mau ke rumah sakit minjem kerudung ke ibu. Didandanin lama. Grab nunggu lama. Grab mobil tanggal 9 Juni. Terus dibopong oleh pelaku. Muka tutupi si cewek. Mobil mundurin sampe gerbang. Pak Resa (penjaga kos) ikut dalam mobil pelaku di belakang. Pelaku naik motor ikutin dari belakang," kata Mulyati.

"Enggak usah Ipey (panggilan Taufik Hidayat) aja di motor. Enggak tahu dia gak mau berdampingan atau gimana," tambahnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads