Viaduct, Saep, dan Aksi 'Bos Copet' Ikonik di Bandung

Viaduct, Saep, dan Aksi 'Bos Copet' Ikonik di Bandung

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 21 Jun 2026 07:00 WIB
Jalan Viaduct Bandung, lokasi syuting yang identik dengan pemeran Saep bos copet Preman Pensiun
Jalan Viaduct Bandung, lokasi syuting yang identik dengan pemeran Saep 'bos copet' Preman Pensiun (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Kabar duka menyelimuti keluarga besar serial populer Preman Pensiun. Cuk Nugroho, aktor yang melekat dengan karakter Saep, sang bos copet legendaris, meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) pagi. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis di RSUD Cibabat, Kota Cimahi.

Bagi penonton layar kaca, Saep mungkin sekadar karakter fiksi. Namun bagi warga Bandung, sosok tersebut telah menjadi bagian dari identitas lokal, terutama di kawasan Jembatan Viaduct yang menjadi lokasi ikonik tempatnya beraksi dalam serial tersebut.

Viaduct bukan sekadar infrastruktur jembatan kereta api di dekat Stasiun Bandung. Di dunia Preman Pensiun, tempat ini adalah "markas besar" Saep. Di sanalah ia memimpin anak buahnya dengan gaya santai, penuh humor, namun tetap memiliki wibawa tersendiri sebagai pimpinan komplotan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalan Viaduct Bandung, lokasi syuting yang identik dengan pemeran Saep 'bos copet' Preman PensiunJalan Viaduct Bandung, lokasi syuting yang identik dengan pemeran Saep 'bos copet' Preman Pensiun Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

Karakter Saep menjadi salah satu tokoh paling kuat dalam karya sutradara Aris Nugraha. Ia mendobrak stereotip preman yang biasanya bertubuh besar atau sangar. Dengan logat Sunda yang kental dan celetukan unik, Saep berhasil mencuri hati pemirsa selama bertahun-tahun.

Salah satu dialognya yang paling fenomenal dan masih sering dikutip hingga kini adalah "Mari kita ramaikan khazanah percopetan di kota ini".

ADVERTISEMENT

Kalimat tersebut menjadi jargon yang sangat melekat. Dengan pembawaan tenang dan wajah tanpa ekspresi berlebihan, Saep mampu mengubah dialog sederhana menjadi sesuatu yang ikonik sekaligus mengundang tawa.

Kawasan Viaduct seolah menjadi saksi bisu bagaimana Saep menyusun strategi dan mengawasi wilayah kekuasaannya. Kenangan saat proses syuting itulah yang masih terekam jelas di ingatan Apid (48), seorang warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.

"Saya beberapa kali lihat syutingnya. Waktu itu banyak warga yang nonton dari pinggir jalan. Saya memang enggak pernah ngobrol langsung sama Kang Saep atau pemain lain, cuma sering lihat dari jauh kalau lagi syuting," ujar Apid saat berbincang dengan detikJabar.

"Biasanya syuting pagi," imbuhnya.

Saep Preman PensiunSaep Preman Pensiun Foto: Istimewa/Instagram Saep Preman Pensiun

Apid mengaku merasa kehilangan saat mendengar kabar duka ini. Baginya, Saep adalah salah satu karakter yang paling membekas dan memberikan warna tersendiri bagi seniman di Jawa Barat.

"Sedih juga ya, kehilangan sosok seniman Jawa Barat. Tahu pertama kali pas lihat Facebook. Cuma belum tahu kenapa-kenapanya," katanya.

Bagi Apid, kekuatan akting Cuk Nugroho terletak pada kesederhanaannya. Sangat jarang ada tokoh televisi yang mampu membuat sebuah lokasi fisik begitu identik dengan satu karakter tertentu seperti Saep dengan Viaduct-nya.

Hingga akhir hayatnya, citra bos copet yang jenaka namun filosofis itu tetap melekat erat pada sosok Cuk Nugroho di mata masyarakat.

"Yang paling diingat dari perannya di TV, kalau interaksi langsung kan belum pernah. Pasti yang diingatnya itu (bos copet)," ungkapnya.

(bba/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads