Lima Bulan Mengontrak, Penyintas Longsor Cisarua Masih Menanti Rumah

Lima Bulan Mengontrak, Penyintas Longsor Cisarua Masih Menanti Rumah

Whisnu Pradana - detikJabar
Jumat, 19 Jun 2026 00:30 WIB
Lokasi longsor cisarua banyak didatangi warga
Lokasi longsor cisarua (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Sudah lima bulan berlalu sejak longsor menghancurkan permukiman di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Namun hingga kini, puluhan keluarga yang kehilangan rumah masih bertahan hidup di tempat kontrakan sambil menunggu kepastian relokasi dan pembangunan hunian tetap.

Sebanyak 32 kepala keluarga (KK) penyintas longsor yang menerjang tiga kampung pada akhir Januari 2026 lalu belum bisa kembali memiliki rumah sendiri. Aktivitas sehari-hari mereka kini dijalani dari rumah-rumah sewaan yang tersebar di sekitar wilayah tersebut.

Salah satunya dialami Sinta Lupiani. Sejak rumahnya rata dengan tanah akibat longsor, ia bersama suami dan anak-anaknya terpaksa tinggal di rumah kontrakan milik kerabat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah ketidakpastian tersebut, Sinta mengaku masih menunggu kabar mengenai relokasi yang dijanjikan pemerintah. Hingga kini, belum ada informasi yang diterimanya terkait lokasi maupun waktu pembangunan hunian tetap.

ADVERTISEMENT

"Belum ada kabar kemana-kemananya, kalau bisa ya enggak terlalu jauh dari sini. Sekarang kan masih tinggal di kontrakan, sudah lima bulan. Kontrakannya punya saudara, jadi bayarnya juga seikhlasnya," kata Sinta, Kamis (18/6/2026).

Lima bulan hidup di pengungsian mandiri bukan perkara mudah. Selain kehilangan tempat tinggal, kondisi ekonomi keluarga juga belum sepenuhnya pulih. Suaminya yang sebelumnya bekerja sebagai petani bunga kini hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik, Sinta dan penyintas lainnya menerima tambahan bantuan uang untuk mengontrak rumah selama hunian tetap yang dijanjikan pemerintah belum terbangun.

"Sangat terbantu pastinya, apalagi kan sekarang buat kebutuhan sehari-hari itu suami kerja serabutan. Sebelumnya tani bunga, sekarang belum bisa. Jadi ini buat bekal beberapa bulan ke depan," kata Sinta.

Nasib serupa juga dialami puluhan penyintas lainnya. Selama hunian tetap belum tersedia, mereka masih harus mengandalkan rumah kontrakan sebagai tempat berlindung sekaligus memulai kembali kehidupan setelah bencana.

Bantuan Uang Sewa

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pun menyalurkan bantuan uang sewa rumah bagi 32 KK terdampak. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu biaya kontrakan selama sembilan bulan ke depan.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat berikan tambahan bantuan uang kontrak rumah ke penyintas longsor cisaruaBupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat berikan tambahan bantuan uang kontrak rumah ke penyintas longsor cisarua Foto: Whisnu Pradana/detikJabar

Total anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk bantuan sewa rumah tersebut mencapai Rp172,8 juta.

"Kita hari ini ke Desa Pasirlangu lagi untuk melihat kondisi terkini dan memberikan tambahan uang sewa rumah untuk warga terdampak, sekitar 32 KK. Jadi mereka masih harus mengontrak," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

Menurut Jeje, bantuan tersebut menjadi solusi sementara sebelum pemerintah memutuskan langkah teknis terkait relokasi dan pembangunan hunian tetap bagi para korban longsor.

"Sementara kita bantu dengan tambahan uang sewa ini dulu, sembari kita menunggu keputusan teknis terkait rencana relokasi dan pembangunan hunian tetap," kata Jeje.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads