Tragedi Manusia Laba-laba dari Yaman Jatuh ke Kawah Gunung Api

Tragedi Manusia Laba-laba dari Yaman Jatuh ke Kawah Gunung Api

CNN Indonesia - detikJabar
Kamis, 18 Jun 2026 07:00 WIB
Pendaki ekstrem Al-Qaqa bin Antar yang dijuluki Spider-Man Yaman tewas setelah terjatuh ke kawah gunung berapi Haradhat Damt saat merekam video untuk media sosial pada Jumat (12/6/2026).
Pendaki ekstrem Al-Qa'qa' bin Antar yang dijuluki "Spider-Man Yaman" tewas setelah terjatuh ke kawah gunung berapi Haradhat Damt saat merekam video untuk media sosial pada Jumat (12/6/2026). (Foto: Media Sosial Arabbeau)
Yaman -

Manusia laba-laba dari Yaman, Al-Qaqa Ibn Antara (30) jatuh ke kawah gunung berapi pada Jumat (12/6/2026). Peristiwa itu menewaskan dirinya, yang mencoba mendaki tebing vertikal tanpa perlatan keselamatan.

Otoritas Pertahanan Sipil setempat mengunggah video singkat yang merekam momen jatuhnya, saat dia mendaki dinding curam kawah gunung berapi Bendungan Hardah di provinsi Dhale, Yaman. Antar kehilangan pegangan dan jatuh ke kawah sedalam 120 meter.

Video berdurasi 10 detik itu menunjukkan Antar mendaki tebing berbatu tanpa peralatan keselamatan apa pun. Di tebing yang sedang ia daki, nama-nama dalam bahasa Arab telah ditulis dengan warna putih di dinding batu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia kemudian terlihat memegang tebing dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya di udara, sebelum ia tampak kehilangan pegangan tangan kanannya dan jatuh.

ADVERTISEMENT

Tim penyelamat, termasuk penyelam dan spesialis air, dikirim untuk mengambil jenazah Antar, yang ditemukan di kedalaman 30 meter di bawah permukaan air.

Operasi pencarian dan penyelamatan selama empat jam tersebut digambarkan oleh pihak berwenang sebagai "kompleks" karena lokasinya yang curam dan berbatu sehingga akses menjadi sulit.

Bendungan Hardah, yang juga dikenal sebagai Haradhat Damt, adalah kawah vulkanik unik yang terletak di dekat kota Damt. Sebagai landmark di wilayah tersebut, kawah ini memiliki dinding berbatu curam dengan danau belerang panas di dasarnya.

Otoritas Pertahanan Sipil telah mendesak mereka yang mendaki dan terlibat dalam olahraga petualangan untuk memperhatikan prosedur keselamatan dan mengeluarkan peringatan untuk menggunakan "peralatan pelindung yang sesuai untuk mencegah insiden serupa."

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads