Antrean Solar di Palabuhanratu Picu Macet dan Ketegangan

Antrean Solar di Palabuhanratu Picu Macet dan Ketegangan

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 10:34 WIB
Antrean di SPBU Palabuhanratu
Antrean di SPBU Palabuhanratu (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Antrean panjang kendaraan pemburu Bio Solar mengular di SPBU Dermaga Palabuhanratu, Jalan Siliwangi. Panjang antrean yang mencapai 100 meter ini tak ayal memakan badan jalan utama, memicu kemacetan, hingga bikin sesama sopir adu mulut.

Berdasarkan pantauan, Senin (15/6/2026), situasi lalu lintas tampak padat. Angkutan umum, truk material, bus, hingga pemotor tumplek blek memadati pintu masuk SPBU hingga meluber ke jalan raya.

Informasi warga di lokasi menyebutkan, antrean sudah terjadi sejak pukul 06.00 WIB pagi. Saking padatnya, petugas Dinas Perhubungan (DLLAJ/Dishub) setempat harus turun tangan untuk mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah penumpukan kendaraan tersebut, insiden adu mulut sempat pecah antara seorang sopir dump truck angkutan material dengan pengemudi kendaraan pribadi.

ADVERTISEMENT

Hal itu dipicu adanya kesalahpahaman antar keduanya, beruntung adu mulut ini langsung dilerai oleh petugas Dishub yang berjaga.

Gungun, sopir dump truck yang terlibat cekcok, menuturkan bahwa ia sengaja menghentikan laju kendaraannya agar antrean tidak menutupi akses jalan umum menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Namun, niat baiknya itu disalahartikan oleh pengemudi di belakangnya.

"Jadi ada sopir kendaraan nanya ke saya, katanya kenapa enggak maju. Padahal saya menahan jalan (menuju) ke arah Tempat Pelelangan Ikan, itu kan jalan umum, jadi saya tidak mau menghalangi," kata Gungun.

Gungun menambahkan, kawasan tersebut memang sangat ramai dan rawan kecelakaan. Ia pun menyoroti kenyamanan pengguna jalan dan meminta adanya penertiban yang lebih ketat.

"Sebetulnya menurut saya tidak nyaman, antreannya di jalan raya harusnya penertiban lebih ekstra. Antreannya di SPBU Batu Sapi juga begini, semua sama antre," keluhnya.

Lalu, apa biang kerok antrean panjang yang selalu berulang ini?

Pengawas SPBU Dermaga Palabuhanratu, Agus, menjelaskan bahwa pemandangan mengularnya antrean Bio Solar ini sudah jadi 'makanan' sehari-hari setiap pagi. Salah satu penyebab utamanya adalah proses verifikasi.

"Kejadian begitu setiap pagi, antrean Bio Solar. Jadi memang yang lama itu scan barcode dan pencocokannya," ungkap Agus.

Selain masalah waktu verifikasi barcode, Agus menyebut pasokan dan titik distribusi Bio Solar di wilayah tersebut juga sangat terbatas. Saat ini, hanya ada dua SPBU yang melayani pembelian Bio Solar di kawasan Palabuhanratu, yakni SPBU Dermaga dan SPBU Batu Sapi.

Beban SPBU Dermaga pun bertambah karena harus membagi kuota yang ada dengan kebutuhan nelayan setempat.

"Kalau di kita selain kendaraan juga melayani kebutuhan nelayan. Sehari kiriman Bio Solar hanya 8 KL (Kiloliter)," pungkas Agus.




(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads