Polemik SMAN 28 Bandung: Tinggi Peminat, Tak Punya Gedung

Polemik SMAN 28 Bandung: Tinggi Peminat, Tak Punya Gedung

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 14 Jun 2026 20:15 WIB
Ilustrasi MPLS SMA.
Ilustrasi siswa-siswi SMA. (Foto: Panduan MPLS Kemendikbudristek)
Bandung -

Animo pendaftaran pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat (Jabar) 2026 ternyata begitu besar. Bahkan, ada sekolah yang bangunan fisiknya belum rampung, namun jumlah pendaftarnya sudah mengular.

Kondisi itulah yang dialami SMAN 28 Bandung. Sekolah yang lahannya terletak di Jalan Pacuan Kuda, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung ini belum berdiri sama sekali, tetapi telah diburu banyak orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasinya, hanya hamparan lahan kosong dengan papan nama 'SMAN 28 Bandung' yang sudah berdiri tegak. Tak ada ruang kelas, meja belajar, maupun aktivitas lantaran sekolah tersebut memang belum memiliki bangunan fisik.

Meski demikian, animo masyarakat untuk bisa bersekolah di SMAN tersebut ternyata begitu besar. Tingginya minat tidak terlepas dari kebutuhan mendesak, terlebih di wilayah Kecamatan Arcamanik selama ini belum memiliki sekolah negeri tingkat atas.

ADVERTISEMENT

"SPMB sudah dimulai dan alhamdulillah animo masyarakat sangat tinggi. Khususnya di Kecamatan Arcamanik karena selama ini belum ada SMA Negeri," ujar Kepala SMAN 28 Bandung, Ai Sumiati, Sabtu (13/6/2026).

Pada tahun pertama operasionalnya, SMAN 28 Bandung menyediakan enam rombongan belajar (rombel). Dengan kapasitas 36 siswa di setiap kelas, sekolah ini hanya mampu menampung total 216 siswa.

Meski daya tampung terbatas, jumlah calon murid yang berminat justru melonjak tajam melampaui kuota yang tersedia. "Tapi yang daftar atau berminat ke SMAN 28 ini sudah mencapai 600 orang," katanya.

Lantaran gedung permanen masih dalam proses pembangunan, seluruh siswa angkatan pertama nantinya akan menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara di lingkungan SMAN 23 Bandung selama satu semester.

Ai menegaskan bahwa penggunaan fasilitas di SMAN 23 Bandung hanya bersifat sementara. Secara kelembagaan, SMAN 28 Bandung telah berdiri sendiri dengan struktur pengelolaan serta administrasi yang terpisah sepenuhnya.

"Kami hanya menggunakan tempat di SMAN 23. Secara administrasi dan pengelolaan sekolah sudah terpisah sebagai SMAN 28 Bandung," katanya.

Ai pun meminta masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya di SMAN 28 Bandung. Ia memastikan legalitas sekolah tersebut sudah kuat karena telah mengantongi Surat Keputusan (SK) pendirian dari Gubernur Jawa Barat.

"SMA 28 Bandung sudah memiliki SK pendirian. Selama pembangunan berlangsung, pembelajaran dilakukan sementara di SMAN 23. Mudah-mudahan semester dua atau sekitar Januari nanti sudah bisa menempati gedung baru," ujarnya.

Saat ini, proses pembangunan gedung permanen tengah dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Ai memastikan bahwa kehadiran SMAN 28 Bandung bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan institusi pendidikan yang siap berjalan dan segera memiliki fasilitas mandiri.

"Jangan khawatir karena SMA 28 Bandung sudah pasti dibangun dan akan memiliki gedung sendiri," pungkasnya.

(ral/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads