Universitas Pasundan (Unpas) mewisuda 1.075 lulusan pada Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Sabtu (13/6/2026).
Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., menegaskan ijazah saja tidak lagi cukup. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu memiliki sertifikasi dan kompetensi tambahan agar mampu bersaing di dunia profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan kami para alumni bukan hanya punya ijazah, tetapi juga memiliki sertifikasi dan keahlian tambahan agar bisa bersaing di pasar tenaga kerja," kata Azhar dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Untuk mendukung hal tersebut, Unpas menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Kerja sama itu membuka peluang bagi alumni untuk mengikuti program magang hingga bekerja di luar negeri.
"Kami sudah melakukan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan adanya kerja sama itu, alumni memiliki peluang untuk berkiprah atau magang terlebih dahulu di luar negeri," ujarnya.
Prosesi wisuda Unpas. (Foto: Dok. Unpas) |
Sementara itu, pada wisuda kali ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 211 wisudawan. Sedangkan program Pascasarjana meluluskan 299 magister dan doktor dari berbagai program studi.
Program Magister Manajemen menjadi penyumbang lulusan terbanyak di Pascasarjana dengan 73 orang. Selain itu, Unpas meluluskan 41 doktor baru dari Program Doktor Ilmu Manajemen, 24 doktor dari Program Doktor Ilmu Hukum, dan 18 doktor dari Program Doktor Ilmu Sosial.
Capaian Unpas juga mendapat apresiasi dari Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum. Ia menyebut Unpas termasuk dalam 19 perguruan tinggi berpredikat unggul dari total 516 kampus yang ada di Jawa Barat dan Banten.
"Wisuda di Unpas menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul. Saya yakin para lulusan ini akan menjadi orang-orang sukses pada masa yang akan datang," tuur Lukman.
Pada rangkaian wisuda tahun ini, Pascasarjana Unpas juga memberikan penghargaan berupa gelar Doktor Anumerta kepada almarhum Oni Sahroni. Penghargaan tersebut diberikan karena almarhum telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya selama menempuh program doktor.
Sementara itu, wisudawan terbaik Program Doktor Ilmu Hukum, Dr. Wide Putra Ananda, S.E., M.H., berencana mengembangkan gagasan pembentukan undang-undang profesi atlet. Adapun lulusan terbaik dengan IPK 4,00, Chaterine Egha Vevayosa G. dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unpas, bertekad melanjutkan pendidikan dan menjadi tenaga pendidik
(orb/orb)

