Wajah Kusam JPO di Kota Bandung

Wajah Kusam JPO di Kota Bandung

Rifat Alhamidi - detikJabar
Sabtu, 13 Jun 2026 21:01 WIB
JPO di Kota Bandung
JPO di Kota Bandung (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Tangan-tangan kecil itu menggenggam erat tiang pelindung saat menaiki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kebon Waru di Jalan Jakarta, Kota Bandung. Tangga yang menjulang cukup curam membuat mereka melangkah perlahan hingga mencapai puncak jembatan.

Pemandangan itu seolah menjadi rutinitas bagi mereka yang melintasi JPO Kebon Waru setiap hari. Bahkan kemiringan tangga yang cukup ekstrem membuat pegangan di sisi jembatan menjadi penopang tambahan bagi pejalan kaki, terutama anak-anak.

Dari atas jembatan, lalu lintas Jalan Jakarta terlihat sibuk seperti biasa. Kendaraan silih berganti di bawah bentangan JPO yang menghubungkan dua sisi jalan tersebut. Namun dari jarak dekat, kondisi fasilitas publik itu memperlihatkan wajah yang jauh dari kata prima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pantauan detikJabar, Sabtu (13/6/2026), JPO tersebut terletak tepat di depan Rutan Kebon Waru Bandung. Namun sayang, cat yang dahulu melapisi struktur jembatan kini nyaris tak tersisa.

Besi-besi penyangga juga terlihat dipenuhi karat, sementara atap pelindung di beberapa bagian tampak berlubang. Bahkan pada salah satu sisinya, penutup atap sudah hilang sehingga menyisakan rangka yang terbuka.

ADVERTISEMENT

Usia dan minimnya perawatan seolah tergambar dari setiap sudut JPO Kebon Waru. Padahal, fasilitas itu masih digunakan warga setiap hari sebagai jalur aman untuk menyeberangi salah satu ruas jalan yang cukup ramai di Kota Bandung.

Nurhayati (52) salah satunya. Meski JPO tersebut sudah kusam dan lama tak mendapat sentuhan perawatan, dia mau tak mau memanfaatkan fasilitas publik itu untuk menyeberang jalan dengan aman.

"Sehari-hari juga gini, a. Soalnya kalaunyebrang, rawan bangetkendaraannya kenceng-kenceng di sini mah," begitu lah cerita warga sekitarJPO Kebon Waru itu.

JPO di Kota BandungJPO di Kota Bandung (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).

Jika melihat lokasinya, JPO Kebon Waru memang jarang jadi pilihan bagi warga sekitar untuk menyeberang jalan. Fasilitas publik tersebut lebih sering digunakan sejumlah pekerja kantoran di wilayah sana atau anak-anak sekolah.

Namun tetap saja, fasilitas publik tersebut sayang jika akhirnya tak terpakai. Maka untuk Nurhayati, JPO itu jadi pilihan baginya demi bisa menyeberang jalan.

"Lebar soalnya kalau jarang dipake. Jadi buat saya mah masih kepake banget. Tinggal dibenahi aja biar yang make jembatannya juga enggak reuwas," ucapnya.

Harapan sederhana itu mengemuka dari warga yang masih setia menggunakan JPO Kebon Waru. Mereka bukan meminta fasilitas baru, melainkan sentuhan perawatan agar jembatan yang sudah lama berdiri tersebut tetap aman, nyaman, dan layak digunakan.

Pandangan serupa turut disampaikan Suratman (58). Warga yang sehari-hari menjadi pedagang tak jauh dari lokasi itu merasa keberadaan JPO masih dibutuhkan meski kondisinya masih jauh dari kata ideal.

Bahkan bagi Suratman yang sudah memasuki usia lanjut, dia harus ekstra tenaga untuk melintasi JPO. Pilihan ini terasa lebih aman dibandingkan dia harus susah payah menyeberang jalan dengan lalu lintas yang padat.

"Sebenarnya tinggal dibenahin, terus tangganya lebih disesuain lagi biar yang tua-tua kayak saya juga bisa nyaman lewatnya," kata dia.

Daus (39) warga lainnya, bahkan menilai keberadaan JPO Kebon Waru masih dibutuhkan. Sebab sehari-hari, fasilitas publik itu banyak digunakan para pekerja hingga anak-anak sekolah untuk menyeberang jalan.

Sebetulnya, kata dia, JPO itu sudah mendapat perbaikan beberapa bagian pijakannya yang dilas beberapa waktu lalu agar lebih aman. Namun kata Daus, upaya itu masih belum optimal jika jembatan tersebut bisa lebih nyaman dipandang maupun digunakan.

"Tinggal perbaikan aja sih sebetulnya, karena kalau dibongkar juga sayang, kang. Masih dipake jembatannya, masih berguna banget," pungkasnya.



(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads