Kecelakaan tunggal terjadi di jalur lintas Gunung Sumul, Jalan Raya Sagaranten-Cibuni, Kabupaten Sukabumi. Sebuah truk engkel Mitsubishi Colt Diesel bermuatan penuh buah kelapa terjun bebas ke jurang sedalam 6 meter dan mendarat di aliran Sungai Ciminyak.
Insiden nahas ini terjadi pada Jumat (12/6/2026) malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, Irfan, kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi sopir yang mengantuk saat mengemudikan kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya jam 22.30 WIB, laka tunggal. Informasi yang didapat penyebab kecelakaan karena sopirnya mengantuk, sehingga menyebabkan mobil terjun sedalam 6 meter ke Kali Ciminyak," ujar Irfan kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).
Menurut informasi di lapangan, truk bernomor polisi F 8442 UP dengan kombinasi warna kuning dan hitam tersebut tersangkut dalam posisi miring hampir vertikal di dasar sungai yang dipenuhi batu-batu besar.
Kondisi bagian depan kabin kemudi tampak ringsek parah, kaca depan pecah total, dan roda bagian depan bengkok akibat hantaman keras saat terjatuh.
Akibat posisi truk yang terguling di dasar jurang, ratusan buah kelapa yang diangkutnya langsung tumpah ruah. Buah-buah kelapa tersebut berserakan menutupi badan truk serta memenuhi area sekitar aliran air di antara vegetasi hutan yang lebat.
Warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas langsung memadati jembatan di atas lokasi kejadian untuk melihat kondisi kendaraan, sementara seutas tali tambang kuning tampak dibentangkan dari tepi jalan menuju dasar jurang untuk membantu proses evakuasi.
Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan dua orang kru truk mengalami luka berat yang sangat mengenaskan. Sopir dan kenek truk tersebut dilaporkan menderita cedera serius akibat benturan dan jepitan material kabin kendaraan.
"Korbannya sopir sama kenek. Untuk sopir, giginya rontok semua atas bawah, terus dagunya juga luka parah. Kalau keneknya, urat paha kakinya putus," ungkap Irfan menceritakan kondisi para korban.
Sesaat setelah kejadian, kedua korban sempat dilarikan oleh warga ke rumah sakit terdekat. Namun karena kondisi luka yang diderita sangat kritis dan memerlukan tindakan medis spesifik, mereka harus segera dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar.
"Korban sempat dilarikan ke RSUD Sagaranten, namun harus dirujuk ke RSUD Syamsudin (Bunut) untuk penanganan lebih intensif karena luka berat yang diderita korban," tambahnya.
Lebih lanjut, Irfan membeberkan bahwa lokasi kecelakaan di jalur Sagaranten - Cibuni ini memang terkenal sebagai jalur tengkorak yang sangat rawan. Dalam waktu singkat, sudah berulang kali terjadi kecelakaan dengan kronologi yang hampir mirip di titik tersebut.
"Jalur ini rawan kecelakaan. Dalam rentang waktu 1 bulan ini saja sudah 3 mobil yang mengalami kecelakaan yang sama di sini," kata Irfan.
Menurutnya, buruknya fasilitas infrastruktur menjadi faktor utama yang membuat jalur berliku tersebut menjadi momok menakutkan bagi para pengendara, terutama saat melintas pada malam hari.
"Kondisi jalannya memang rusak, ditambah lagi penerangan jalan yang tidak ada sama sekali di lokasi," pungkas Irfan berharap pihak terkait segera memperbaiki fasilitas jalan sebelum kembali memakan korban berikutnya.
(sya/sud)
