Jalan Amblas, Tembok Penahan Tanah Dibangun di Dago Atas

Jalan Amblas, Tembok Penahan Tanah Dibangun di Dago Atas

Rifat Alhamidi - detikJabar
Sabtu, 13 Jun 2026 12:00 WIB
Jalan Amblas di Dago Atas.
Jalan Amblas di Dago Atas. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Pemkot Bandung bergerak menangani tebing yang amblas di Jalan Ir H Juanda atau Jalan Dago atas. Tembok penahanan tanah (TPT) pun dibangun untuk memperkuat struktur tebing yang mengalami longsoran.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung Rizki Kusrulyadi mengatakan, TPT akan dibangun secara permanen. Sebab sebelumnya, tebing di sana sempat mengalami longsor beberapa bulan yang lalu akibat hanya ditangani menggunakan bronjong.

"Penanganan permanen dilakukan dengan pembangunan pasangan batu, tiang beton serta fondasi menggunakan bore pile. Saat proses penggalian pondasi berlangsung, terjadi longsoran yang dipicu kendaraan berat seperti truk dan bus yang melintas terlalu ke sisi jalan sehingga memengaruhi kestabilan tebing," katanya, Sabtu (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, kejadian ini sudah berlangsung selama lima harian. Ia pun memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami cedera atas insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah tidak ada," ujar Rizki.

Untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan mempercepat penanganan, DSDABM telah melakukan sejumlah langkah darurat. Di antaranya menutup satu lajur lalu lintas, membatasi tonase kendaraan besar yang melintas, memasang rambu-rambu peringatan serta memasang terpal pelindung untuk mencegah air hujan memperparah kondisi tebing.

Selain itu, petugas juga membersihkan material longsoran dan menyiapkan pekerjaan lanjutan berupa pemasangan soil nailing, shotcrete (shot concrete), pembangunan fondasi bore pile hingga pemasangan dinding penahan tanah berbahan beton.

Rizki menuturkan, sejak Rabu lalu pihaknya telah berupaya memasang sheet pile sebagai bagian dari pengamanan lokasi. Namun, kondisi area kerja yang sempit menjadi tantangan tersendiri dalam proses pelaksanaan di lapangan.

"Secara umum ini adalah pekerjaan pembangunan tembok penahan tanah dengan struktur beton untuk memperkuat tebing dan menjaga keamanan jalur lalu lintas di kawasan tersebut," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads