Langkah Satria Muda Bandung dalam perburuan gelar IBL 2026 harus terhenti. Tim asal Kota Bandung itu gagal melangkah ke partai puncak setelah menyerah dengan skor tipis 79-82 dari Bogor Hornbills pada laga penentuan semifinal di GOR Laga Tangkas, Bogor, Jumat (12/6/2026) malam.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Satria Muda sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit hingga detik-detik terakhir. Duel berlangsung ketat sejak kuarter pertama, dengan kedua tim saling bergantian memimpin jalannya pertandingan.
Satria Muda sempat menunjukkan permainan menjanjikan pada awal laga. Meski begitu, Bogor Hornbills mampu menjaga ritme permainan dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan tipis 21-20.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki kuarter kedua, Satria Muda berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, efektivitas permainan Bogor membuat tim asuhan Djordje Jovicic kesulitan mengembangkan permainan. Paruh pertama pertandingan ditutup dengan skor 37-33 untuk keunggulan tuan rumah.
Kebangkitan Satria Muda terlihat pada kuarter ketiga. Tembakan tiga angka Yudha Saputera sempat membawa timnya berbalik unggul. Pertahanan yang semakin solid membuat pertandingan berjalan semakin panas hingga skor imbang 60-60 menutup kuarter ketiga.
Pada kuarter terakhir, Satria Muda mencoba melakukan sejumlah penyesuaian strategi untuk kembali menguasai pertandingan. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk membendung efektivitas Bogor Hornbills yang akhirnya memastikan kemenangan 82-79 sekaligus mengamankan tiket ke final.
Pelatih Satria Muda, Djordje Jovicic, menilai timnya kehilangan kesabaran dalam membangun serangan. Terlalu banyak permainan individu membuat aliran bola tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Pertandingan kembali berlangsung ketat hingga akhir, seperti setiap pertemuan kami melawan Bogor musim ini. Namun di seri semifinal kali ini kami kurang sabar, terlalu banyak terburu-buru dan mengandalkan isolasi sehingga bola tidak bergerak dengan baik. Dalam situasi seperti itu, jika tidak bisa mencetak poin, permainan menjadi sangat sulit. Selamat untuk Bogor yang kembali menunjukkan kualitas mereka. Bagi kami, ini menjadi pelajaran berharga bahwa di musim depan kami harus bermain lebih cerdas, lebih sabar, dan lebih konsisten dalam sistem permainan," jelas Djordje, Sabtu (13/6/2026).
Meski gagal mencapai final, Djordje tetap mengapresiasi perjuangan para pemain dan seluruh elemen tim yang telah melewati musim penuh tantangan, termasuk sejumlah pemain yang harus tampil dalam kondisi belum sepenuhnya bugar.
"Kami sempat memulai dengan baik, tetapi kemudian berhenti menjalankan pola permainan sebelum akhirnya kembali mencoba menggerakkan bola. Abraham tampil selama 35 menit dan saya hanya menyesalkan foul terakhir yang seharusnya lebih taktis. Secara keseluruhan, tim sudah berusaha, namun terlalu banyak isolasi dan opsi individu membuat ritme hilang. Saya tetap memberikan apresiasi kepada seluruh staf, fisioterapis, dokter, manajemen, dan presiden klub yang mendukung sejak awal musim hingga momen sulit ini. Beberapa pemain juga berjuang dengan kondisi cedera, menunjukkan komitmen besar meski belum kembali ke ritme terbaik," katanya.
"Kami semua ingin mencapai final, tetapi musim ini belum cukup. Saya berharap kami semua belajar dari pengalaman ini, memperbaiki diri di segala aspek, dan membangun kembali Satria Muda agar bisa bersaing untuk gelar juara. Tanggung jawab utama ada pada pelatih, lalu pemain, baru kemudian manajemen, dan saya siap memikul itu," tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, kapten tim Abraham Damar Grahita mengakui Bogor Hornbills tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Ia menyebut kegagalan ini menjadi bahan evaluasi penting agar Satria Muda dapat bangkit lebih kuat pada musim berikutnya.
"Ini memang bukan situasi yang mudah, tetapi kredit untuk Bogor Hornbills yang mampu menyesuaikan diri dengan baik dan memaksimalkan setiap peluang yang mereka miliki. Mereka tampil efektif sepanjang game, dan bagi kami ini menjadi pelajaran berharga untuk ke depannya agar bisa lebih siap dan lebih kuat dalam menghadapi tantangan berikutnya," tutup Bram.
Simak Video "Video Inter Milan ke Final Coppa Italia Usai Comeback Lawan Como 3-2"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
