Round-up

Fakta-fakta Amukan Babi Hutan yang Lukai-Putus Jari Warga Cianjur

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 13 Jun 2026 05:30 WIB
Ilustrasi Babi Hutan. (Foto: Istockphoto/Mauribo)
Cianjur -

Nasib mengerikan dialami empat warga Kampung Cilameta, Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur. Mereka mengalami luka-luka setelah diserang babi hutan saat bekerja di lahan pesawahan.

Lantas bagaimana kronologinya? Berikut rangkuman faktanya:

Jari Putus Digigit Babi

Informasi yang dihimpun detikJabar, penyerangan babi hutan terjadi pada Rabu ( 10/6/2026) siang. Saat itu, korban yang bernama Misbah (64) yang tengah bekerja di ladang untuk membahas rumput liar tiba-tiba diserang oleh babi berukuran besar dengan tinggi lebih kurang 70 sentimeter.

Tidak hanya diseruduk, korban yang tersungkur di tanah pun digigit di bagian tangan dan kaki hingga dagingnya terkelupas. Bahkan dua jari tangan kirinya putus akibat gigitan babi hutan tersebut.

Warga Lakukan Perlawanan

Setelah itu, babi tersebut kembali masuk ke dalam hutan dan melakukan penyerangan di lokasi lain. Kali ini Bahrudin (60) yang juga tengah bekerja di sawah diserang.

Meskipun sempat melakukan perlawanan, Bahrudin mengalami luka gigitan di kaki dan tangannya.

"Babi hutan itu tidak hanya mengamuk di satu lokasi tapi setelah menyerang satu warga, kemudian kabur dan pindah ke lokasi lainnya untuk menyerang lagi warga yang lain," ujar Kepala Desa Bunijaya, Asep Mulyadi, Jumat (12/6/2026).

Empat Orang Jadi Korban Penyerangan

Selain kedua lansia, lanjut dia, ada dua korban lainnya yakni Asep Rohimat (30) dan Saepul (50). Keduanya mengalami luka ringan akibat diseruduk babi hutan yang sama.

"Total ada empat korban, dua luka berat sampai jarinya putus. Dan dua lagi luka ringan karena diseruduk babi hutan. Diduga babi hutannya yang sama, karena ciri-cirinya juga sama. Mulai dari ukuran hingga bentuk taringnya," kata dia.

Baru Pertama Kali Terjadi

Dia menjelaskan, aksi penerangan babi hutan baru yang pertama kali terjadi. Biasanya kawanan babi hutan dari hutan di dekat permukiman warga hanya berdampak ke lahan pesawahan dan kebun.

"Kalau makan hasil kebun warga sudah sering terjadi. Tapi kalau sampai menyerang warga, baru pertama kali," kata dia.




(ral/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork