Dolar saat ini menguat terhadap nilai tukar Rupiah. Fenomena ini tak sepenuhnya berdampak buruk, justru menjadi momentum bagi pekerja migran Indonesia (PMI) untuk mengirim uang dengan nilai lebih banyak ke kampung halaman.
Seperti halnya, Nita, anggota keluarga PMI asal Kecamatan Bojongpicung, mengatakan sejak dua bulan terakhir kiriman dari keluarganya yang bekerja di Timur Tengah meningkat dari biasanya.
Puncaknya, nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar dan mata uang lainnya membuat uang kiriman naik signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dua bulan lalu, dikirim 2.500 riyal itu jadinya Rp 5 juta. Kemudian naik jadi Rp 6 juta di bulan lalu. Kalau sekarang dengan dollar yang naik, dan riyal yang naik, kiriman 2.500 real jadinya Rp 11 juta," kata dia, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, kenaikan signifikan tersebut menjadi berkah bagi PMI ataupun keluarga PMI yang dikirimi uang.
"Pokoknya gacor, jadi berkah," kata dia.
Dia mengungkapkan, keluarga dan beberapa tetangganya yang saat ini bekerja di Timur Tengah pun memilih untuk memperpanjang kontrak kerja.
"Awalnya mau pulang dalam waktu dekat. Tapi sekarang jadi perpanjang kerja di sana," kata dia.
Senada, Iis Sopiah, keluarga PMI, mengatakan keluarganya memilih untuk tetap bekerja dan menunda kepulangan ke tanah air di tengah peningkatan penghasilan yang disebabkan meningkatnya nilai tukar.
"Iya jadi memperpanjang juga, karena penghasilan saat ditukar ke rupiah jadi besar, berkali-kali lipat. Kemungkinan perpanjang kerja sampai nilai tukar kembali normal, lumayan jadi tabungan saat pulang ke kampung," kata dia.
Sekadar diketahui, saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar sempat menembus angka Rp 18 ribu untuk 1 dolar. Hari ini pun terpantau nilai tukar rupiah berada di angka Rp 17.983 untuk 1 dolar Amerika.
Sedangkan kurs rupiah ke riyal mencapai Rp 4.700 per satu riyal, di mana sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 4.800 untuk 1 riyal Arab Saudi.
(yum/yum)
